Mahasiswa Seni Rupa Unhi Gelar Pameran “Titi Ugal Agil”

IMG-20250227-WA0000
Mahasiswa dan Dosen Program Studi Pendidikan Seni Rupa dan Ornamen Keagamaan Hindu, Fakultas Pendidikan, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) menyelenggarakan pameran lukisan dengan tema “Titi Ugal Agil” di Museum Puri Lukisan Ubud.

Anima Sen Gupta, penulis buku Essays on Samkhya and Other System of Indian Philosophy menjelaskan bahwa dalam teori Samkya semua obyek mental dan material dari dunia fenomenal ini adalah kombinasi dalam proporsi yang berbeda dari Triguna atau tiga realitas tersebut.

Sattwam mewakili aspek ketenangan, kesucian, kebenaran, kebijaksanaan, sementara Rajas mewakili kualitas dan sifat-sifat dinamis seperti nafsu, semangat, keinginan yang kuat dan Tamas mencirikan perilaku yang dipengaruhi oleh ketamakan.

Kadek Agus Dwi Dharma memiliki interpretasi visual tersendiri perihal aspek Triguna ini yakni menampilkan visual manusia berkepala hewan, bersayap dan menunggangi babi. Sapi dan singa mewakili sebuah sifat dari Rajas yakni karakter keras, kuat, angkuh, semangat dan gesit, kemudian angsa merupakan simbol yang mewakili sifat Sattwam dalam diri manusia. Babi mewakili sifat manusia yang rakus dan malas (Tamas).

Manusia harus mampu mengendalikan semua sifat-sifat ini, terutama Rajas dan Tamas untuk mencapai kesempurnaan.

“Meskipun sebenarnya ketiga aspek ini adalah realitas yang tak terpisahkan dalam hidup manusia, semasih manusia dikungkung oleh tubuh dan semua aspek mentalnya, maka manusia tidak akan pernah bisa terlepas dari Triguna tersebut. Manusia hanya bisa mengendalikannya saja,” paparnya.

Selain karya Agus Dwi Dharma Saputra berjudul Triguna, menurut Dr. Agung Paramita, ada juga karya lain yang tidak jauh-jauh dari tema ajaran agama Hindu dan tradisi Bali seperti Karma Phala, Orang Suci, Melasti dan karya lain yang tidak kalah estetiknya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top