Dalam kolaborasi ini, unsur akademisi berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, penelitian, dan inovasi. Pemerintah memberikan perspektif
kebijakan serta prioritas pembangunan dan pelayanan kesehatan. Dunia usaha, dunia industri, dan fasilitas pelayanan kesehatan memberikan masukan mengenai kebutuhan kompetensi, perkembangan praktik, dan implementasi inovasi.
Sementara itu, masyarakat dan komunitas memberikan perspektif mengenai kebutuhan kesehatan nyata serta menjadi mitra dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Media massa berperan sebagai mitra strategis dalam komunikasi publik, diseminasi inovasi, peningkatan literasi kesehatan, serta penyebarluasan visi, misi, dan kontribusi Program Studi kepada masyarakat.
Dengan demikian, pendekatan Pentahelix bukan hanya digunakan untuk mendukung penyusunan arah pengembangan Program Studi, tetapi juga untuk memperluas implementasi dan dampak dari Sad Cita Magister Keperawatan kepada masyarakat. Visi dan Sad Cita Menjadi Dasar Pengembangan Kurikulum
Visi, Sad Cita, dan keunggulan inovasi perawatan jangka panjang selanjutnya menjadi landasan pengembangan kurikulum Program Studi Magister Keperawatan.
Kurikulum dikembangkan dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dan diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang mampu berpikir kritis, menerapkan praktik keperawatan berbasis bukti (evidence-based nursing), mengembangkan penelitian, kepemimpinan dan inovasi pelayanan keperawatan, memanfaatkan teknologi kesehatan, serta berkontribusi dalam penyelesaian masalah kesehatan masyarakat. [rel]










