Ke depan, penguatan literasi digital BUMDes perlu menjadi agenda bersama pemerintah daerah, pendamping desa, dan perguruan tinggi. Pelatihan teknis harus diiringi dengan pemahaman tata kelola, etika pengelolaan usaha, dan tanggung jawab publik. Dengan pendekatan tersebut, digitalisasi tidak hanya mendorong efisiensi ekonomi, tetapi juga memperkuat fondasi kelembagaan BUMDes.
Pada akhirnya, pengalaman BUMDes di Bali menunjukkan bahwa digitalisasi bukan sekadar mengikuti arus zaman, melainkan strategi sadar untuk memperkuat ekonomi desa. Ketika teknologi dikelola secara bijak dan inklusif, BUMDes dapat tumbuh sebagai lembaga ekonomi yang modern, transparan, dan tetap berakar pada nilai-nilai lokal. Di titik inilah digitalisasi menemukan makna sejatinya: bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai sarana pemberdayaan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bali. (*)
Penulis : Anak Agung Putu Gede Bagus Arie Susandya, SE., M.Si., Ak (Mahasiswa PDIA Universitas Pendidikan Ganesha/Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar)










