4. Prof. Dr. Ir. I Made Mega, M.S. di bidang Produksi Tanaman Industri (FP). Dengan orasi ilmiah “Gaharu sebagai Komoditas Strategis: Integrasi Nilai Ekonomi, Ekologi, dan Sosial untuk Pertanian Berkelanjutan.”
5. Prof. Dr. Ketut Widya Purnawati, S.S., M.Hum. di bidang Tipologi Linguistik (FIB). Dengan orasi ilmiah “Tantangan Belajar Bahasa Jepang bagi Penutur Bahasa Indonesia: Sebuah Perspektif Tipologis.”
6. Prof. Dr. I Nyoman Mahaendra Yasa, S.E., M.Si. di bidang Ekonomi Kewilayahan dan Ketimpangan (FEB). Dengan orasi ilmiah “Penguatan Transformasi Struktural dan Akselerasi Kinerja Makroekonomi.”
7. Prof. Dr. Dodik Ariyanto, S.E., M.Si., Ak., CA. di bidang Sistem Informasi Akuntansi (FEB). Dengan orasi ilmiah “Kesuksesan Transformasi Digital Akuntansi Usaha Mikro Kecil Menengah Menuju Masyarakat Informasi Berkelanjutan.”
Rektor Sudarsana menyampaikan bahwa bertambahnya Guru Besar merupakan indikator meningkatnya kualitas sumber daya manusia (SDM) dan proses pendidikan tinggi di Universitas Udayana.
Menurutnya, bertambahnya jumlah Guru Besar di lingkungan Unud dapat menunjang peningkatan kualitas proses pendidikan tinggi yang berlangsung di Universitas Udayana.
"Hal ini yang kemudian turut andil dalam mewujudkan visi Universitas Udayana, yaitu Unggul, Mandiri, dan Berbudaya,” kata rektor.
Ia juga mengungkapkan bahwa potensi penambahan Guru Besar ke depan masih sangat besar. Dari total 1.512 tenaga pendidik di Universitas Udayana, terdapat 223 dosen bergelar doktor dengan jabatan Lektor Kepala dan 234 dosen dengan jabatan Lektor, yang berpeluang besar untuk meraih jabatan fungsional Guru Besar.










