KSOP Benoa Gelar Sosialisasi Keselamatan Pelayaran di Sanur, Tekankan Zero Accident

IMG-20260728-WA0095
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan / KSOP Kelas II Benoa menggelar Sosialisasi Keselamatan Pelayaran Terkait Pencegahan Kecelakaan Kapal di Pelabuhan Sanur. Selasa (28/7/2026)

DENPASAR - Fajarbali.com | Dalam rangka meningkatkan keselamatan pelayaran dan mewujudkan visi Zero Accident, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan / KSOP Kelas II Benoa menggelar Sosialisasi Keselamatan Pelayaran Terkait Pencegahan Kecelakaan Kapal di Pelabuhan Sanur.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 28 Juli 2026 di Grand Palace Hotel Sanur, Jl. By Pass Ngurah Rai No. 65, Denpasar Selatan ini menyasar pemilik kapal, operator kapal, nahkoda, dan anak buah kapal / ABK yang beroperasi di wilayah kerja KSOP Benoa.

Kepala Kantor KSOP Kelas II Benoa, Aprianus Hangki, menyampaikan bahwa fokus utama sosialisasi adalah penguatan pemahaman terhadap regulasi kelaiklautan kapal dan prosedur penanganan insiden di laut.

"Faktor keselamatan dan keamanan pelayaran bagi kami adalah bagaimana menjamin kelaikan kapal. Kelaikan itu meliputi kondisi kapal, pemenuhan sertifikasi, serta pengawakan oleh SDM yang kompeten. Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap tahun sebagai bentuk sosialisasi faktor keselamatan," ujar Aprianus.

Menurutnya, saat ini di Pelabuhan Sanur terdapat kurang lebih 79 unit armada yang beroperasi. KSOP menilai tingkat keselamatan kapal berdasarkan pemenuhan regulasi yang berlaku. 

"Ketika kapal telah memenuhi regulasi yang diatur pemerintah, maka kapal tersebut dapat dikategorikan layak laut dan siap melakukan pelayaran. Unsur kelaiklautan meliputi dokumentasi kapal, perlengkapan keselamatan di atas kapal, sijil ABK, serta standar yang wajib dikenakan kepada penumpang seperti penggunaan lifejacket dan pemahaman cara penggunaannya," jelasnya.

Aprianus juga menekankan prinsip no compromise terhadap keselamatan. 

"Harapannya 100 persen armada memenuhi ketentuan. Karena arahan pimpinan kami adalah zero accident dan no compromise dengan safety dan regulasi. Jika semua unsur keselamatan terjamin, maka kapal akan diberikan Surat Persetujuan Berlayar," tegasnya.

BACA JUGA:  7 Pasien Covid-19 di Denpasar Sembuh, Kasus Positif Bertambah 10 Orang

Dalam kegiatan ini KSOP Benoa juga mengundang UPT Pelabuhan dari Nusa Penida, Gilimanuk, Celukan Bawang, dan Padang Bai, serta Distrik Navigasi Benoa sebagai bentuk kolaborasi antar wilayah.

Terkait wisata bahari, Aprianus menyebut perlu kolaborasi lebih intens dengan pemerintah daerah. Pasalnya, banyak pelaku wisata air belum memahami area aman pelayaran.

"Di dalam regulasi, aktivitas di alur pelayaran dilarang karena sangat membahayakan keselamatan kapal yang melintas maupun orang yang beraktivitas di area tersebut. Alur pelayaran untuk masing-masing pelabuhan sudah ditetapkan dalam Peraturan Menteri dan akan terus kami sosialisasikan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Benoa, Agus Hermawan Susiloharto, menambahkan bahwa pihaknya rutin melakukan pemeriksaan 3 kali dalam setahun. Yakni saat persiapan Natal dan Tahun Baru, Lebaran, dan puncak kunjungan wisatawan.

"Hasil pemeriksaan rata-rata masih ditemukan ketidaktahuan kru kapal terhadap keselamatan dan peraturan. Buktinya mereka kadang tidak melaksanakan drilling yang seharusnya dilakukan. Jadi permasalahan terbesar masih di SDM. Kalau untuk peralatan dari pemilik kapal sebenarnya sudah mengikuti," ungkap Agus.

Dengan sosialisasi ini, KSOP Benoa berharap seluruh pemangku kepentingan pelayaran di Sanur dan wilayah sekitar dapat meningkatkan kepatuhan, sehingga keselamatan pelayaran dapat terjamin dan target Zero Accident dapat tercapai.M-002

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top