Rai Mantra pun menjelaskan, selain pelayanan secara offline yang menerapkan protokol kesehatan, pelayanan publik berbasis digitalisasi dengan sistem online terus digalakkan. Beberapa layanan yang dapat dilaksanakan secara online yakni Pelayanan Administrasi Kependudukan dengan Si Taring, Perijinan Online, serta masih banyak layanan online lainya.
Sedangkan untuk mendukung maksimalkanya upaya pencegahan secara berkelanjutan di masyarakat serta fasilitas umum lainya, Pemkot Denpasar bersama lapisan pemerintahan terbawah yakni desa/lurah termasuk Desa Adat serta dusun dan lingkungan telah menerapkan sistem Jaga Baya. Hal ini merupakan sebuah kearifan lokal dalam mewujudkan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.
Rai Mantra mengapresiasi pelaksanaan konferensi ini yang tidak saja menjadi ajang untuk bertukar pikiran, melainkan juga menjadi contoh nyata untuk berbagi model pelayanan publik pada masa pandemi ini, sehingga ini juga bisa menjadi sharing knowledgment bagi Kota Denpasar, Pusat Perdagangan, Pariwisata dan Pendidikan. “Jadi pada prinsipnya tidak ada negara maupun kota yang siap dalam penanganan Covid-19, disini kita bersama sedang berusaha dan mencari formula yang pas dan tepat sasaran, sehingga sharing seperti ini sangatlah penting untuk percepatan penanganan dengan melihat pengalaman penanganan di masing-masing kota, semoga Covid-19 segera berlalu dan dapat ditangani dengan baik,” pungkas Rai Mantra. (car)










