Koster Siap Fasilitasi Pembangunan Kawasan Terpadu di Pantai Pemelisan Sesetan

DENPASAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Membuktikan komitmennya menjaga kelestarian alam, adat dan budaya Bali, Calon Gubernur (Cagub) Bali nomor urut 1, Wayan Koster siap membantu berbagai kendala dari permasalahan dihadapi masyarakat Desa Adat Sesetan, Kota Denpasar terkait penataan dan kesulitan akses di kawasan Pantai Pemelisan yang sekaligus tempat muara aliran Tukad Rangda. Padahal kawasan tersebut, sudah sejak dahulu menjadi kawasan suci yang digunakan oleh warga Desa Adat Sesetan dan sekitarnya sebagai tempat melasti dan penganyutan (membuang sisa abu pembakaran jenasah), juga tambatan kapal nelayan tradisional.

Hal itu terungkap saat dialog Cagub Wayan Koster dengan warga serta tokoh masyarakat se-Desa Sesetan, Selasa (6/3) di Sesetan, Kota Denpasar. Tokoh masyarkat Desa Adat Sesetan Nyoman Nirka menuturkan bahwa tempat ini selain sebagai kawasan suci dan lahan ekonomi bagi nelayan warga Sesetan, juga mempunyai kaitan dengan sejarah Kampung Bugis. "Di sini dulu adalah dermaga tradisional yang dijadikan para nelayan untuk menambatkan perahu, juga tempat penyebrangan bagi masyarakat Bali yang nangkil ke Pura Sakenan, sebelum Pulau Serangan direklamasi. Di tempat ini pula dulunya orang-orang Bugis mendarat mengikuti aliran Tukad Rangda," jelasnya.

Hanya saja, lanjutnya, seiring waktu kawasan ini mengalami perubahan yang cenderung merusak kelestarian lingkungan alam sekitarnya. Bahkan menjadi tempat pembuangan sampah. Aliran sungai Tukad Rangda dan Pantai Pemelisan mengalami pendangkalan. "Akibatnya kalau hujan, warga Sidakarya mengalami kebanjiran," terangnya. Melihat kondisi ini, pihaknya kemudian bersama Desa Adat Sesetan mengambil langkah penataan serta pengerukan Tukad Rangda dan pesisir Pantai Pemelisan. "Sekarang kalau air surut seperti saat ini, kedalamannya mencapai dua setengah meter. Dan saudara-saudara kami di Sidakarya sudah tidak kebanjiran lagi," ujarnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top