Melalui KKN ini, pihaknya berharap pembangunan usulan dari desa juga diisi dengan kajian akademis. “Jadi kami harap melalui KKN ini bisa membaca dan membedah potensi apa yang bisa dikembangkan di Abiansemal. Terlebih lagi ada Inpres untuk membentuk Koperasi Merah Putih yang perlu kajian tersendiri,” kata dia.
Sementara itu, Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, IGB Arthanegara menyampaikan dukungan terhadap KKN Tematik ini. Apalagi saat ini UPMI ditunjuk menjadi salah satu perguruan tinggi di Bali dalam melaksanakan program satu rumah satu sarjana.
“Salah satu tugas kami di perguruan tinggi adalah mencerdaskan anak bangsa. Jadi UPMI yang dahulu bernama IKIP memang didirikan untuk mencetak bahwa mulai dari guru-guru minimal sarjana. Dan sekarang dengan adanya upaya pemerintah satu keluarga satu sarjana, tentunya ini gayung bersambut. Jadi astungkara UPMI berpartisipasi dan kiprahnya semakin meyakinkan di masyarakat,” harapnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Prof. Dr. I Wayan Widana, M.Pd., mengatakan, KKN Tematik ini diikuti 239 orang dan terbagi ke dalam 18 kelompok, tersebar di 12 desa di Abiansemal. “Mereka sudah berkoordinasi dengan pihak desa agar apa yang diprogramkan kampus selaras dengan apa yang diprogramkan perbekel untuk desa,” jelas Widana.










