Diketahui bahwa PTM cukup menjadi ancaman di tengah tingginya mobilitas masyarakat, seperti diabetes melitus, hipertensi hingga tuberkulosis. "Untuk itu kami tekankan pada aspek promotif dan preventif," tegas Sri Rahayu.
Tak berhenti sampai di sana, saat penutupan 8 Februari 2026 mahasiswa diwajibkan menampilkan kreativitas di tiap desa dalam expo. Kreativitas ini menyangkut potensi hingga pengolahan sampah berbasis sumber.
Sebagai pimpinan institusi, Sri Rahayu berpesan kepada mahasiswa agar menjujung tinggi etika dan tata krama. Sebab, mereka akan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Selain itu, KKN IPE menjadi momentum mahasiswa praktik langsung melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
Sebelumnya, Ketua Panitia KKN IPE 2026 Poltekkes Kemenkes Denpasar Dr. Komang Ayu Henny Achjar. SKM. Mkep. Sp.Kom., mengungkapkan, peserta diberikan pembekalan selama lima hari, dengan materi etika dan norma selama mahasiswa KKN, kebijakan dan profil kesehatan Provinsi Bali, kota Denpasar, kabupaten Badung dan kabupaten Gianyar.
Kesiapsiagaan bencana dari BPBD Provinsi Bali, Desa Tangguh Bencana/Destana dari Forum Pengurangan risiko bencana/ FPRB, mental health dari RS Manah Santi Mahotama, pemanfaatan platform digital dari aliansi Jurnalis Indonesia serta pengelolaan sampah berbasis sumber dari dinas lingkungan hidup Provinsi Bali.
Adapun 24 lokasi tersebut: Kota Denpasar; Kelurahan Panjer; Desa Sidakarya, Sesetan, Pedungan, Dauh Puri Kangin, Dauh Puri Kelod, Dauh Puri Kauh dan Desa Pemecutan Kelod.










