DENPASAR-fajarbali.com | Perguruan tinggi bidang kesehatan, Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar, kembali menggelar Kuliah Kerja Nyata Interprofessional Education (KKN IPE) tahun 2026 dengan menerjunkan 725 mahasiswa.
Mereka akan disebar di 24 desa/kelurahan di Kabupaten Badung, Gianyar dan Kota Denpasar, mulai 9 Januari 2026. Peserta KKN IPE terdiri dari lintas jurusan, yakni keperawatan, kebidanan, tehnologi laboratorium medik, gizi, kesehatan gigi dan kesehatan lingkungan.
"KKN IPE menggabungkan mahasiswa dari berbagai profesi kesehatan untuk belajar bersama, berkolaborasi, dan memberikan pelayanan kesehatan langsung ke masyarakat, dengan tujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pemahaman peran masing-masing profesi untuk memberikan solusi komprehensif," jelas Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar Dr. Sri Rahayu, STr.Keb., S.Kep., Ners., M.Kes., usai memberikan pemebekalan hari kedua, di Aula kampus setempat, Selasa (13/1/2026).
KKN IPE 2026, lanjut pejabat asal Semarang ini, bertema "Generasi Muda Tangguh, Hidup Sehat Bebas Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular (PTM)". Menariknya, KKN tahun ini juga memfokuskan kesehatan mental masyarakat, rabies dan pengelolaan sampah.
Sebab, ketiga persoalan tersebut sedang menjadi momok di Bali. "Kita tahu bahwa sampah jadi persoalan serius, begitu pun rabies dan kesehatan mental dibuktikan dengan kejadian bunuh diri yang kerap terjadi. Kami ingin hadir memberikan dampak nyata.
Setiap mahasiswa, masih kata Sri Rahayu, ditargetkan mendampingi delapan keluarga. Dengan demikian jika dikalikan, pihaknya mampu mengedukasi 5.800 keluarga terkait pencegahan PTM, pengelolaan sampah, kesehatan mental dan sebagainya.










