Selain itu, pihaknya juga meminta kepada Perkumpulan Hare Krisna untuk memberikan klarifikasi/penjelasan secara utuh dan lengkap atas desa-desus yang berkembang selama ini di ruang publik medsos.
Sekaligus menjawab ragam tuduhan yang diajukan oleh berbagai pihak atas heberadaan pergerakan Hare Krisna baik melalui forum resmi maupun mediasi oleh PHDI Provinsi Bali/PHDI Pusat. Sehingga menjawab kegelisahan umat, dan melakukan mediasi mediasi atas persoalan ini kepada Perkumpulan Hare Krisna dengan menghadirkan perwakilan organisasi Hindu, tokoh atau instansi terkait.
Diharapkan juga adanya diskusi atau dialog terbuka dengan mencarikan win-win solution untuk menjernihkan dan meneduhkan kegelisahan Umat Hindu Bali.
" Kita juga mesti memaksimalkan kembali literasi Hindu dalam bentuk seminar atau dharmatula yang berjenjang secara kelembagaan atau kerjasama lintas organisasi Hindu yang difasilitasi oleh PHDI, Ditjen Bimas Hindu, Lembaga Pendidikan Hindu, pasraman maupun penggiat-penggiat Hindu lainnya dalam rangka meningkatkan wawasan dan SDM kehinduan sehingga polemik di internal umat Hindu bisa diminimalisir, tegasnya. (hen)










