ESG menegaskan bahwa Perdiknas lebih menekankan pendekatan kemanusiaan dalam lingkungan kerja serta berupaya memastikan kesejahteraan karyawan. Ia mengakui bahwa institusi belum sepenuhnya mampu memberikan yang terbaik, namun akan terus berusaha untuk meningkatkan perhatian terhadap pegawai.
Ke depan, ESG menyebutkan bahwa pemberian penghargaan kepada pegawai, baik dalam bentuk hadiah pernikahan, ulang tahun, hari besar keagamaan, maupun bentuk apresiasi lain yang bersifat kemanusiaan, akan terus ditingkatkan demi kenyamanan karyawan di masing-masing unit kerja.
Ia juga menegaskan bahwa pemberian penghargaan tersebut tidak semata-mata didasarkan pada prestasi akademik. Menurutnya, penilaian prestasi berada di tingkat unit kerja masing-masing, sementara Perdiknas berfokus pada aspek non-akademik dan kesejahteraan pegawai.
“Prestasi itu letaknya di unit masing-masing. Perdiknas lebih menekankan aspek kemanusiaan di lingkungan kerja,” katanya.
Salah satu penerima tali asih, I Nengah Riana, mengungkapkan bahwa kebijakan dan perhatian yang diberikan Perdiknas benar-benar ia rasakan manfaatnya sepanjang perjalanan kariernya.
Riana bergabung di Undiknas sejak tahun 1986 dan memulai karier sebagai staf biasa. Berkat dedikasi dan prestasi yang ditunjukkannya, ia memperoleh dukungan dari pimpinan saat itu untuk melanjutkan pendidikan Strata Satu (S1) di Undiknas melalui beasiswa penuh.
Setelah menyelesaikan pendidikan S1, Riana langsung dipercaya menjadi dosen, seiring dengan ketentuan yang berlaku pada masa itu yang masih memperbolehkan lulusan S1 untuk mengajar.










