DENPASAR-fajarbali.com | Penanganan masalah sampah berbasis sumber terus digalakkan di Kota Denpasar. Menjawab tantangan pengelolaan limbah rumah tangga, tiga dosen Poltekkes Kemenkes Denpasar yang terdiri dari Drs. I Made Bulda Mahayana, SKM.,MSi, I Wayan Sali, SKM.,M.Si dan I Ketut Aryana, BE.,SST.,M.Si menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan memberikan edukasi dan pelatihan pengelolaan sampah organik memanfaatkan Maggot atau Larva Black Soldier Fly (BSF) yang juga disebut lalat tentara hitam, Minggu (26/7/2026), bertempat di ruang rapat Kantor Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar.
Inisiatif ini hadir sebagai jawaban atas tingginya proporsi sampah organik skala rumah tangga yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung Denpasar Selatan. Melalui pemanfaatan larva BSF, sisa bahan makanan dapur seperti sisa sayur, buah, nasi, hingga lauk-pauk dapat diurai secara alami, cepat, dan tanpa menimbulkan aroma tidak sedap
Kegiatan pelatihan ini dihadiri langsung oleh Ibu Lurah Panjer Nyonya Putu Wisnu Wardana, SE., MM selaku Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Panjer, beserta jajaran pengurus dan anggota ibu-ibu rumah tangga setempat.
Dalam pemaparannya, Ketua pengabdi Made Bulda Mahayana, menyampaikan bahwa Lalat BSF dewasa berbeda secara biologis dari lalat rumah biasa karena tidak memiliki bagian mulut untuk menggigit dan bukan merupakan vektor penyebar penyakit.
Ia menjelaskan, keunggulan utama dari penerapan metode pengelolaan BSF di pekarangan rumah antara lain:










