Kelola Sampah Dapur dari Sumbernya, Ibu-ibu PKK Panjer Diberi Edukasi Budidaya Larva BSF

IMG-20260728-WA0019
Edukasi dan pelatihan pengelolaan sampah organik memanfaatkan Maggot atau Larva Black Soldier Fly (BSF) yang juga disebut lalat tentara hitam, Minggu (26/7/2026), bertempat di ruang rapat Kantor Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

DENPASAR-fajarbali.com | Penanganan masalah sampah berbasis sumber terus digalakkan di Kota Denpasar. Menjawab tantangan pengelolaan limbah rumah tangga, tiga dosen Poltekkes Kemenkes Denpasar yang terdiri dari Drs. I Made Bulda Mahayana, SKM.,MSi, I Wayan Sali, SKM.,M.Si dan I Ketut Aryana, BE.,SST.,M.Si menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan memberikan edukasi dan pelatihan pengelolaan sampah organik memanfaatkan Maggot atau Larva Black Soldier Fly (BSF) yang juga disebut lalat tentara hitam, Minggu (26/7/2026), bertempat di ruang rapat Kantor Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

Inisiatif ini hadir sebagai jawaban atas tingginya proporsi sampah organik skala rumah tangga yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung Denpasar Selatan. Melalui pemanfaatan larva BSF, sisa bahan makanan dapur seperti sisa sayur, buah, nasi, hingga lauk-pauk dapat diurai secara alami, cepat, dan tanpa menimbulkan aroma tidak sedap

Kegiatan pelatihan ini dihadiri langsung oleh Ibu Lurah Panjer Nyonya Putu Wisnu Wardana, SE., MM selaku Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Panjer, beserta jajaran pengurus dan anggota ibu-ibu rumah tangga setempat.

Dalam pemaparannya, Ketua pengabdi Made Bulda Mahayana, menyampaikan bahwa Lalat BSF dewasa berbeda secara biologis dari lalat rumah biasa karena tidak memiliki bagian mulut untuk menggigit dan bukan merupakan vektor penyebar penyakit.

Ia menjelaskan, keunggulan utama dari penerapan metode pengelolaan BSF di pekarangan rumah antara lain:

Pertama, Reduksi Sampah Cepat & Bebas Bau: Larva BSF memiliki daya lahap tinggi terhadap sampah organik, mencegah proses pembusukan anaerob yang memicu bau menyengat.

Kedua, Penurunan Beban Pengangkutan TPA: Mengurangi lebih dari 50% porsi sampah basah yang selama ini dibuang ke TPS3R Paku Sari Kelurahan Panjer. Ketiga, Pupuk Kasgot Berkualitas: Sisa pencernaan larva (kasgot) dapat langsung dimanfaatkan sebagai pupuk organik hayati yang kaya nutrisi untuk tanaman hias maupun kebun dapur warga.

BACA JUGA:  Tutup FP2030, Wamen Isyana Beber Capaian Bidang Kependudukan Indonesia

Kemudian, keempat, Pakan Ternak Berprotein Tinggi: Larva BSF siap panen dapat dijadikan pakan alternatif bernutrisi tinggi untuk unggas, burung berkicau, maupun ikan peliharaan.

"Larva BSF memiliki kemampuan mereduksi sampah organik dengan sangat efisien. Selain mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA), proses ini menghasilkan dua produk bernilai ekonomi: larva BSF tinggi protein yang cocok untuk pakan ternak atau ikan, serta pupuk organik berkualitas tinggi (kasgot) bagi tanaman," ujar Bulda Mahayana.

Antusiasme tinggi ditunjukkan para peserta selama sesi edukasi dan demonstrasi langsung teknis pemilahan serta pembiakan larva. Ibu Lurah Panjer selaku Ketua TP PKK Kelurahan Panjer memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan pengabdian masyarakat ini. Pihaknya menilai edukasi BSF sangat relevan dengan program PKK dalam menciptakan lingkungan rumah tangga yang bersih, mandiri, dan produktif.

Melalui kegiatan ini, Made Bulda Mahayana, berharap para ibu rumah tangga di Kelurahan Panjer dapat menjadi agen perubahan yang konsisten memilah dan mengolah sampah organik mandiri dari dapur masing-masing.

"Akhir kata agar pola pengelolaan sampah berbasis larva BSF dapat diterapkan secara berkelanjutan di tingkat lingkungan pemukiman, sekaligus menginspirasi wilayah lain di Kota Denpasar dalam mengatasi persoalan sampah dari hulu," harapnya. [rel]

 

 

 

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top