KDRT Bagai Gunung Es, Fishum UNR dan Yayasan Bali Sruti Bangun Kesadaran Masyarakat

fishum unr

DEKAN dan jajaran Fishum UNR menjalin kerja sama dengan Yayasan Bali Sruti.

 

DENPASAR – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) termasuk kekerasan pada perempuan dan anak sangat masif terjadi di Bali. Jika diibaratkan sebagai gunung es. Hanya puncaknya saja yang terlihat.

Untuk itu, perguruan tinggi sebagai rumahnya kaum intelektual punya peran strategis menggugah kesadaran dan pemahaman masyarakat berkolaborasi dengan stakeholder terkait.

Demikian dikatakan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Ngurah Rai (Fishum UNR) Dr. Drs. I Wayan Astawa, SH., MAP., di sela kegiatan "Sosialisasi UU No 12/2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dan UU No 16/2019 tentang Perkawinan Anak" bertempat di kampus setempat, Kamis (30/3/2023).

Astawa menjelaskan, kegiatan ini bekerja sama dengan Yayasan Bali Sruti yang di dalamnya terdapat aktivis-aktivis perempuan hebat. Serta melibatkan puluhan mahasiswa/i Fishum.

Berdasarkan data yang ia himpun, Astawa menjelaskan, di Bali terjadi 260  tindak KDRT, perempuan dan anak sepanjang 2022. "Angka itu hanya yang dilaporkan ke polisi. Kalau yang belum dilaporkan tentu banyak," ungkapnya.

Bahkan, masih menurut dia, terjadi peningkatan kasus sebesar 15,2 persen dari tahun sebelumnya. Dari jumlah itu, 30,3 persen korban perempuan berusia 25-44 tahun serta korban perempuan usia 13-27 sebanyak 30 persen.

Karena pentingnya sosialisasi peraturan yang baru setahun diundangkan ini, pihaknya berencana melakukan sosialisasi berkesinambungan yang dikemas dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top