Saat itu ia sedang duduk bersama anaknya, menunggu giliran keluar dari pesawat. Namun tiba-tiba ia merasakan ada seseorang yang memotret dirinya dari jarak dekat.
Korban kaget saat menyadari adanya kamera ponsel yang diarahkan ke area payudaranya. Kamera itu berasal dari penumpang laki-laki di dekatnya yaitu terdakwa Tonny Nugroho, yang diduga mengambil foto dari atas, tepat ke arah bagian dada korban. Ia pun langsung menegur sang pria dan bertanya.
“Apakah kamu ada memfoto saya?” Tonny sempat membantah telah memotret, ketegangan berlanjut sampai akhirnya dipaksa menyerahkan ponsel oleh suami korban, Larry Lion Lie.
Setelah di cek benar saja ada foto korban di HP terdakwa. Singkat kata, Tonny pun dibawa ke kantor keamanan bandara dan kemudian diserahkan ke Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Dari hasil pemeriksaan digital forensik terhadap ponsel milik Tonny, ditemukan total 13 foto yang menampilkan bagian wajah samping dan bagian dada NC. Seluruh foto tersebut diambil di dalam pesawat saat proses pendaratan.
“Foto-foto tersebut sempat dihapus setelah diprotes oleh suami korban, namun masih ditemukan tersimpan di folder sampah saat penyelidikan,” terang JPU.
Dalam sidang, Tonny mengakui perbuatannya namun menyebut tindakannya itu dilakukan secara spontan.
Ia menyebut awalnya hanya ingin memotret anaknya, tetapi saat melihat NC duduk di sampingnya, timbul keinginan spontan untuk memotret korban.
Ia berdalih hanya sekali mengambil gambar yang mengarah ke wajah korban, sedangkan belasan gambar lain yang ditemukan di ponselnya terjadi karena ‘tidak sengaja kepencet.’










