Ternyata, Banyak Kader PAN Bali Tak Nyaman Dengan Keputusan DPP Dukung KBS-Ace

DENPASAR-fajarbali.com | Keputusan DPP PAN mendukung Pasangan Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-Ace) diklaim membuat suasana tak nyaman di internal.



Seperti yang disampaikan oleh Mantan Sekretaris DPW PAN Bali sekaligus Aktivis Muhammadyah Bali Waras Priyangga. Menurutnya, saat ini banyak DPD PAN Bali yang ada di 9 kabupaten/kota merasa tidak nyaman dengan keputusan DPP PAN yang memberikan rekomendasi ke Pasangan KBS-Ace.

“Saya merekam berbagai diskusi selama ini dan akhirnya banyak pengurus, kader, simpatisan yang ada di DPD PAN dari seluruh Bali mengeluhkan soal pilihan DPP PAN yang tanpa ada koordinasi dengan pengurus DPD seluruh Bali, tanpa menerima aspirasi dari akar rumput, langsung menyatakan dukungan ke Koster-Ace,” ujarnya, Kamis (8/2/2018).

Dirinya menyebut, jika keputusan DPP PAN dalam memberikan rekomendasi dianggap sepihak, pendapat dari DPW PAN Bali saja. Padahal, selama ini DPW PAN diklaim tak pernah berkoordinasi dengan para pengurus ditingkat DPD.

“Dalam berbagai pertemuan soal Pilgub Bali, para pengurus DPD PAN dari 9 kabupaten dan kota jarang diajak berbicara. Bahkan, para pengurus tidak dikomunikasikan. Tiba-tiba keluar rekomendasi dari DPP PAN kalau untuk mendukung Koster-Ace. Para pengurus mempertanyakan hal tersebut,” terangnya.



Hingga saat ini memang baru DPD PAN Kabupaten Bangli yang sudah memutuskan untuk membelot ke Mantra-Kerta. Namun potensi pembelotan sebenarnya masih banyak lagi, dari DPD PAN lainnya.

“Dalam waktu dekat akan banyak DPD PAN yang membelot dan mendukung Mantra-Kerta walaupun berlawanan dengan kebijakan partai dari DPP PAN. Ini adalah dampak dari kurangnya koordinasi dan komunikasi antara Ketua dan Pengurus DPW PAN Bali dengan jajaran pengurus di DPD PAN seluruh Bali,” pungkasnya. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Yayasan Rumah Sakit Manuaba Diblokir

Kam Feb 8 , 2018
DENPASAR-fajarbali.com | Konflik internal Rumah Sakit Manuaba di Jalan HOS Cokroaminoto No. 28, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, berbuntut panjang. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Kemenkum-HAM) akhirnya mengeluarkan surat pemblokiran Yayasan RS Manuaba, sejak 8 Januari 2018 lalu.