Sebelum memutuskan untuk liburan, pesan Imelda anggaran biayanya juga mesti dihitung terlebih dahulu. Seperti biaya transportasi, makanan, pakaian khusus, inflasi jika liburan di negeri orang, penginapan, biaya darurat, serta asuransi perjalanan. Informasi besaran biaya-biaya ‘wajib’ dalam liburan ini, kata Imelda saat ini mudah didapatkan dari internet.

Setelah mendapatkan informasi biaya-biaya tersebut, maka dapat ditentukan berapa besar jumlah anggaran yang harus disiapkan. Untuk memudahkan dalam penghitungannya kata Imelda, bisa menggunakan salah satu aplikasi dari One Shildt Calculator, yaitu Osplan, yang bisa diunduh di AppStore maupun Google Play. Dalam aplikasi yang juga bisa juga digunakan untuk menghitung biaya-biaya berbagai jenis kebutuhan itu, terdapat juga tool untuk menghitung dana liburan. Pada tool ini bisa dimasukkan biaya tiket pesawat atau kereta api, pengurusan visa untuk liburan ke luar negeri, hotel dan makanan serta sekaligus inflasi di negara tujuan.
Imelda mencontohkan, misalnya kebutuhan untuk liburan sebesar Rp 12.250.00, ternyata setelah menggunakan aplikasi ini biaya yang dibutuhkan untuk liburan bisa lebih tinggi karena adanya inflasi dan depresiasi rupiah terhadap mata uang di negara tujuan liburan. Aplikasi ini juga dapat digunakan untuk merencanakan biaya liburan masa datang lengkap dengan perhitungan jumlah investasi liburan setiap bulannya.
Lalu biaya liburan dapat diperoleh dari mana? Konsultan keuangan ini mengatakan biaya liburan dapat diperoleh dari tabungan, tabungan mata uang asing, tabungan emas, promo point reward kartu kredit, dan profit dari suatu investasi.










