Khusus program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) dari Pemprov Bali disediakan 25 kursi dengan formasi Program Studi Sarjana Sistem dan Teknik Informasi, Akupuntur, Bidan dan Teknologi Pangan.
Terbaru, ITEKES Bali juga membuka keran bagi program Beasiswa "Nak Badung" yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung. Program "Nak Badung" dibuka bagi seluruh program studi asalkan lolos verifikasi dari Pemkab Badung selaku penyelenggara program.
"Nanti yang menentukan lolos atau tidaknya untuk program Nak Badung itu kan dari Pemkab. Yang jelas syarat dasarnya, orangtua calon mahasiswa bernama depan Nyoman dan Ketut dan orangtuanya petani," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua YPPLPK Bali Drs. Ida Bagus Arka, menambahkan, pihaknya selaku badan hukum penyelenggara pendidikan ITEKES Bali, senantiasa memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda khususnya di bidang kesehatan.
Hal ini dibuktikan dengan berbagai program beasiswa maupun keringanan yang diberikan kepada mahasiswa. Demikian pula kerja sama beasiswa dari pemerintah, ITEKES Bali selalu bersedia.
"Semestinya ya pemerintah memprioritaskan anggaran untuk pendidikan. Apalagi di bidang kesehatan. Ini sebuah investasi jangka panjang," kata Ida Bagus Arka. Setelah menjadi tenaga kesehatan, menurut dia, hendaknya pemerintah juga memperhatikan betul kesejahteraan mereka yang notabene garda depan di bidang layanan kesehatan.
Adapun tiga lulusan terbaik dari mahasiswa Profesi Ners Reguler adalah, yakni Ni Wayan Riska Sagita, Ni Nengah Intan Darmayanti serta Ni Luh Alvina Yanti. Tiga lulusan terbaik dari mahasiswa Profesi Bidan RPL: Ni Kadek Dwi Mia Anggarena, Ni Made Deby Estelita Doitasari, dan Ni Made Ayu Ary Satyawati. (gde)










