Pihak sekolah berharap meja dan kursi ecobrick yang dibuat bersama tim PkM dan siswa dapat dirawat serta dimanfaatkan secara berkelanjutan. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga lingkungan, memilah sampah, serta memanfaatkan sampah plastik menjadi barang yang bernilai guna.
Ketua panitia kegiatan, apt. Maria Malida Vernandes Sasadara, S. Farm., M.P., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus pengalaman langsung kepada siswa mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik melalui penerapan prinsip Recycle.
Melalui pembuatan ecobrick, siswa diharapkan dapat memahami bahwa sampah plastik tidak selalu menjadi limbah yang tidak berguna, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan serta mendorong kebiasaan memilah dan memanfaatkan sampah secara berkelanjutan.
Penyuluh kegiatan, Komang Jaya Andika dan Puspa Denda Faringga Sofyan, menyampaikan bahwa kegiatan edukasi dan praktik ecobrick memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara langsung melalui proses yang sederhana dan mudah diterapkan.
Antusiasme siswa selama mengikuti penyuluhan, demonstrasi, hingga praktik menunjukkan adanya ketertarikan terhadap pengelolaan sampah plastik.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran siswa untuk mengurangi sampah plastik dan menerapkan perilaku peduli lingkungan, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.










