GIANYAR-fajarbali.com | Universitas Mahasaraswati Denpasar (Unmas) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diketuai oleh apt. Maria Malida Vernandes Sasadara, S. Farm., M.P., mengimplementasikan salah satu cara pengolahan sampah plastik menjadi barang bernilai guna di SD Negeri 2 Pejeng Kelod, Gianyar.
Sebagai bentuk implementasi prinsip Recycle, kegiatan ini mengembangkan inovasi ecobrick sebagai solusi praktis dan berdaya guna yang dapat diterapkan oleh berbagai kalangan.
Anak-anak di SDN 2 Pejeng Kelod sangat antusias akan adanya kegiatan tersebut. Rangkaian sesi diawali dengan penyuluhan mengenai pentingnya daur ulang serta bagaimana meminimalisir polusi plastik di lingkungan sekitar.
Setelah sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik pembuatan kursi dari ecobrick secara langsung bersama para siswa. Ecobrick kemudian dirangkai menjadi meja dan kursi sederhana. Ecobrick direkatkan menggunakan plaster bening. Kemudian alas duduk yang digunakan berupa triplek dan dicat berwarna coklat.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penyerahan secara langsung hasil kreasi meja dan kursi ecobrick yang sudah jadi kepada pihak sekolah. Penyerahan produk jadi ini tidak hanya menjadi kenang-kenangan fasilitas sekolah yang dapat digunakan sehari-hari, tetapi juga menjadi bukti nyata bagi para siswa SD Negeri 2 Pejeng Kelod bahwa sampah plastik yang mereka pilah dapat diubah menjadi produk baru yang bermanfaat, bernilai estetis, dan memiliki nilai jual.
Kepala Sekolah SD Negeri 2 Pejeng Kelod, Desak Ketut Puspawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Inovasi ecobrick dinilai mampu mengembangkan kreativitas siswa sekaligus menghasilkan fasilitas yang bermanfaat dan nyaman digunakan oleh anak-anak di sekolah. Pihak sekolah juga mengapresiasi antusiasme siswa yang telah mencoba menggunakan meja dan kursi hasil karya tersebut.











