Selain itu, pihaknya juga terpaksa menggunakan tenaga guru dari mahasiswa yang turut membantu. Karena minimnya tenaga guru yang dimiliki, selama ini kata Arsada, seoarang Guru Agama terpaksa harus mengajarkan matapelajaran lain yang tidak sesuai dengan basicnya. “Saya yakin dengan komitmen bapak Gubernur Wayan Koster. Sehingga bagi saya ada harapan sekolah ini bisa dibantu dan juga akan berkembang,” jelasnya. Dalam hal ini, pihaknya kembali berharap bantuan operasional bisa rutin diberikan Pemprov Bali termasuk penambahan tenaga guru. “Walaupun bukan Guru PNS, mungkin bisa guru kontrak daerah Pemprov Bali yang memang memungkinkan sehingga guru menjadi cukup sesuai jumlah mata pelajaran,” pungkasnya. (arw)










