Karena itu, pihaknya sangat berharap peran pemerintah baik Kabupaten maupun Propinsi Bali untuk bisa membantu operasional sekolah tersebut secara berkelanjutan. “Kita berharap banyak dengan bapak Gubernur untuk bisa dibantu sekolah di Pasraman Gurukula, untuk bisa berkelanjutan. Sebab, masyarakat juga masih membutuhkan,” jelas Arsada. Untuk diketahui, beber dia, selama ini di Sekolah Pasraman Gurukula tidak hanya menampung anak-anak dari Bali saja. Bahkan juga menampung anak-anak hingga luar Bali yang beragama Hindu. “Selain itu, kita juga menampung anak-anak yang tidak mampu, anak-anak terlantar, yatim piatu, anak-anak dari daerah sulit dan anak-anak nakal yang dipindahkan dari sekolah lain juga banyak kita terima,” sebutnya.
Tidak hanya itu, anak-anak yang berhadapan dengan hukum juga ditampung disekolah tersebut. Karena itu, Pasraman Gurukula juga sudah sempat diundang Kementrian Hukum dan HAM sebagai mitra Bapas Karangasem yang menangani persoalan anak yang berhadapan dengan hukum. “Jadi harapan kita kepada Pemerintah Propinsi khususnya kepada Bapak Gubernur, kami akan berudensi menyampaikan perjalanan pasraman dan sekolah Gurukula. Kita akan sampaikan profilnya,” ungkapnya.
Dimana bantuan prioritas bantuan yang paling diharapkan, selain rehab dan finishing Gedung, juga operasional soal makanan anak-anak. “Yang lebih penting lagi, kita butuh guru. Sebab, selama ini tenaga guru kita hampir tidak ada. Yang dipergunakan selama ini adalah Guru Pengabdi yang tidak mampu kita bayar nafkahnya,” akunya.










