Sementara itu, Gubernur Koster dalam sambutannya ingin mengintegrasikan perguruan tinggi dengan Pemprov Bali. Program-program studi yang ada akan dikaitkan dengan organisasi perangkat daerah.
"Misalnya kan ada prodi pertanian, ada kehutanan, lingkungan dan lain-lain, kita kan punya dinas kehutanan, pertanian, itu yang disinergikan nanti," kata Koster.
Hal ini bertujuan agar keberadaan perguruan tinggi lebih dirasakan dampaknya. Apalagi di kampus banyak profesor yang menghasilkan penelitian. "Saya enggak mau lagi hasil penelitian dosen ditaruh di laci meja. Harus ada manfaatnya bagi masyarakat," pintanya.
Hingga saat ini, gubernur yang juga mantan dosen di berbagai perguruan tinggi itu mengaku tetap menjalin kerja sama dengan akademisi. Bahkan tak jarang diskusi hingga dini hari. Sebagai pemimpin ia merasa ada kekurangan sehingga memerlukan solusi dari akademisi.
"Saya aslinya kan dosen juga. Ngajar statistik. Nanti kalau sudah berhenti jadi gubernur, saya ingin kembali ngajar. Ngelamar di Universitas Mahasaraswati," kata Koster dengan nada setengah bercanda.
Lebih lanjut, Gubernur Koster juga mengaku spesial menyempatkan diri hadir di pelantikan ini. Setelah mendarat di Bandara Ngurah Rai sepulang dari Jakarta, ia langsung menuju Kampus Unmas karena kedekatan hubungannya dengan Lanang Prabawa.
Kehadiran Gubernur Koster, Kajati Bali dan undangan lainnya pun sangat diapresiasi Rektor Lanang Perbawa.
Selain aktif sebagai akademisi, Lanang Perbawa juga dikenal sebagai praktisi hukum dan pegiat seni budaya Bali. Ia merupakan penari Topeng Sidakarya serta pendiri LSM Bli Braya.










