Dari jarak tempuh Buleleng dan Badung setelah adanya LRT kurang lebih 30 menit sehingga hal itu nantinya memudahkan masyarakat Buleleng melakukan transaksi atau melakukan penjualan hasil bumi serta masyarakat yang bekerja dapat menempuh LRT dengan waktu 30 menit sehingga hal itu mempermudah roda prekonomian yang ada dibali selatan dan bali utara,"imbuhnya lagi.
Disamping memperlancar perputaran prekonomian, dirinya juga meyakini akan mampu menumbuhkan pariwisata. Sehingga kata dia, para wisatawan yang akan datang ke Kabupaten Buleleng tidak lagi melewati jalan yang berliku namun setelah terbangun LRT prosesnya cepat untuk datang ke Buleleng."Kalau sudah terbangunnya LRT tentunya objek wisata yang ada di Buleleng akan mudah dijangkau dengan cepat serta hal itu nantinya akan membangkitkan wisatawan yang ada di Buleleng,"tegasnya.
Dalam pembangunan LRT akan dilakukan empat fase dimana untuk fase pertama dari Bandara Ngurah Rai hingga Cemagi. Lalu fase kedua Bandara Ngurah Rai hingga Jimbaran dan Universitas Udayana. Fase ketiga, dari Central Parkir Kuta hingga Sesetan dan Renon di Kota Denpasar. Terakhir fase keempat Renon hingga Sukawati dan Ubud di Kabupaten Gianyar."Dalam fase yang dibangun itu kami akan mengusulkan untuk tambahan fase dari bandara hingga ke Kabupaten Buleleng. Yang mana pembangunan LRT akan dimulai pada tahun 2024 ini sehingga kami harus segera mengusulkan. Namun bila hal itu tidak disetujui saya janji akan menggunakan anggaran dari Kabupaten Badung untuk membangun LRT menuju ke Buleleng,"janjinya.










