Gandeng Komunitas Hingga Akademisi, Tim Konservasi Dorong SRAK Elang Jawa di Bali

IMG_2748
Acara Talk Show dan Nonton Bareng Elang Jawa yang berlangsung di Denpasar. (FB/Dartha)

Tim penyusun SRAK Elang Jawa, Tedi Setiadi, menekankan bahwa penguatan riset menjadi kunci utama dalam merancang strategi konservasi di masa depan. "Keterbatasan pengetahuan tentang keberadaan Elang Jawa di Bali menunjukkan betapa pentingnya penguatan penelitian dan ketersediaan informasi dasar. Data inilah yang akan menjadi landasan utama kita dalam mengambil langkah konservasi yang tepat serta menjaga habitatnya secara berkelanjutan," ujarnya.

Dukungan terhadap keberlanjutan program ini juga datang dari sektor swasta yang konsisten mengawal isu-isu lingkungan hidup. Program Associate Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Josephine Laura Sutanto, menyampaikan komitmennya dalam mendorong keterlibatan publik yang lebih luas. "Konservasi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan butuh sinergi nyata. Kami berharap kolaborasi multipihak ini dapat menginspirasi anak muda di Bali untuk berpartisipasi aktif menjaga kelestarian Elang Jawa dan ekosistem pendukungnya," tegasnya.

Dari sudut pandang pengamat dan peneliti burung lokal, keterlibatan akademisi dan generasi muda dipandang sebagai elemen krusial untuk mengisi ruang kosong penelitian di daerah. Anggota BSC Curik, Gde Oka Widiyavedanta, menyebutkan bahwa potensi riset raptor di Bali masih sangat terbuka lebar. "Peran mahasiswa dan komunitas pecinta alam sangat dinantikan untuk membantu memetakan keberadaan serta jalur migrasi raptor. Edukasi langsung seperti ini menjadi pemicu lahirnya peneliti-peneliti muda yang peduli pada keanekaragaman hayati Bali," katanya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top