Kolaborasi Lintas Sektor Matangkan Strategi Konservasi Elang Jawa Lewat Konsultasi Publik SRAK 2026–2036

DSC01765
Kementerian Kehutanan bersama konsorsium Lacak Jejak Elang Jawa mematangkan gelar penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Elang Jawa Periode 2026–2036. (Burung Indonesia)

MANGUPURA-fajarbali.com | Kementerian Kehutanan bersama para mitra konservasi yang tergabung dalam kolaborasi multipihak Lacak Jejak Elang Jawa, yaitu Burung Indonesia, Raptor Indonesia (RAIN), PILI Green Network, dan PT Djarum, menyelenggarakan Konsultasi Publik Penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Elang Jawa Periode 2026–2036. Kegiatan ini memasuki tahap konsultasi publik yang bertujuan menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan terhadap draft SRAK serta membahas peran para pihak dalam pelaksanaan konservasi Elang Jawa selama sepuluh tahun mendatang.

Bertempat di Padma Resort Legian, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (21/8), forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari Bali dan Jawa Timur, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, sektor usaha, organisasi masyarakat sipil, pengamat burung, dan pegiat konservasi.

Konsultasi publik di Bali merupakan bagian dari rangkaian konsultasi yang dilaksanakan di tiga wilayah utama untuk menjangkau berbagai wilayah sebaran Elang Jawa. Tahap ini dilakukan untuk memvalidasi substansi draft SRAK, mulai dari isu prioritas, target konservasi, strategi, hingga rencana aksi, sekaligus memastikan implementasinya sesuai kondisi dan kebutuhan konservasi di tingkat regional.

Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai kondisi dan upaya konservasi Elang Jawa di wilayah Jawa Timur, peran perguruan tinggi dalam penelitian dan konservasi Elang Jawa serta raptor lainnya di Bali, kontribusi sektor swasta dalam konservasi spesies penting, serta paparan draft SRAK Elang Jawa Periode 2026–2036.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top