Gandeng Komunitas Hingga Akademisi, Tim Konservasi Dorong SRAK Elang Jawa di Bali

IMG_2748
Acara Talk Show dan Nonton Bareng Elang Jawa yang berlangsung di Denpasar. (FB/Dartha)

DENPASAR-fajarbali.com | Upaya penyelamatan Elang Jawa dari ancaman kepunahan terus diperluas melalui kerja sama lintas sektor. Tim konservasi yang tergabung dalam kolaborasi multipihak Lacak Jejak Elang Jawa terdiri dari Burung Indonesia, Raptor Indonesia (RAIN), PILI Green Network, dan PT Djarum menggelar acara Talk Show Penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Elang Jawa di Kota Denpasar. Kegiatan ini dikemas menarik melalui pemaparan materi serta pemutaran film dokumenter dengan melibatkan berbagai elemen generasi muda, mulai dari komunitas lokal, Siswa Pecinta Alam (Sispala), hingga mahasiswa.

Melalui forum edukatif tersebut, para peserta mendapatkan gambaran komprehensif mengenai status populasi terkini serta tantangan pelestarian satwa langka tersebut di Jawa. Diskusi juga menyoroti peran vital perguruan tinggi dalam mendukung riset raptor di Bali, sekaligus menggarisbawahi pentingnya kontribusi sektor swasta dalam menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati. Langkah ini menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran kolektif terhadap perlindungan spesies kunci yang dilindungi undang-undang.

Salah satu poin utama yang mengemuka dalam diskusi adalah status keberadaan dan keterbatasan data mengenai Elang Jawa di wilayah Bali. Perburuan liar serta perdagangan ilegal teridentifikasi masih menjadi ancaman utama yang menggerus populasi burung pemangsa ini. Di sisi lain, minimnya riset lapangan di Pulau Dewata memicu urgensi untuk memperkuat basis data ilmiah demi merumuskan langkah perlindungan yang presisi dan efektif.

Tim penyusun SRAK Elang Jawa, Tedi Setiadi, menekankan bahwa penguatan riset menjadi kunci utama dalam merancang strategi konservasi di masa depan. "Keterbatasan pengetahuan tentang keberadaan Elang Jawa di Bali menunjukkan betapa pentingnya penguatan penelitian dan ketersediaan informasi dasar. Data inilah yang akan menjadi landasan utama kita dalam mengambil langkah konservasi yang tepat serta menjaga habitatnya secara berkelanjutan," ujarnya.

BACA JUGA:  Sinergi Lintas Sektor di World Ocean Day 2026, Menjaga Laut untuk Mengamankan Pangan Masa Depan

Dukungan terhadap keberlanjutan program ini juga datang dari sektor swasta yang konsisten mengawal isu-isu lingkungan hidup. Program Associate Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Josephine Laura Sutanto, menyampaikan komitmennya dalam mendorong keterlibatan publik yang lebih luas. "Konservasi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan butuh sinergi nyata. Kami berharap kolaborasi multipihak ini dapat menginspirasi anak muda di Bali untuk berpartisipasi aktif menjaga kelestarian Elang Jawa dan ekosistem pendukungnya," tegasnya.

Dari sudut pandang pengamat dan peneliti burung lokal, keterlibatan akademisi dan generasi muda dipandang sebagai elemen krusial untuk mengisi ruang kosong penelitian di daerah. Anggota BSC Curik, Gde Oka Widiyavedanta, menyebutkan bahwa potensi riset raptor di Bali masih sangat terbuka lebar. "Peran mahasiswa dan komunitas pecinta alam sangat dinantikan untuk membantu memetakan keberadaan serta jalur migrasi raptor. Edukasi langsung seperti ini menjadi pemicu lahirnya peneliti-peneliti muda yang peduli pada keanekaragaman hayati Bali," katanya.

Sementara itu, dorongan untuk memperketat pengawasan di tingkat akar rumput turut disuarakan oleh komunitas pelindung satwa liar. Anggota Satwa Alam Bali, Deny Rahmadani, menegaskan pentingnya penegakan hukum dan pengawasan terhadap rantai perdagangan ilegal. "Ancaman perburuan hanya bisa ditekan jika masyarakat ikut menjadi benteng pertahanan pertama. Kami terus mendorong pengawasan ketat serta edukasi tanpa henti agar tidak ada lagi ruang bagi perdagangan satwa yang dilindungi di wilayah Bali," ungkapnya.

Melalui perumusan SRAK Elang Jawa yang inklusif ini, seluruh pemangku kepentingan berharap terbangun rantai pemantauan dan perlindungan satwa yang lebih solid. Integrasi antara riset akademis, komitmen korporasi, serta aksi nyata komunitas lokal di Denpasar diharapkan mampu memberikan kepastian perlindungan bagi masa depan Elang Jawa dan seluruh kawasan habitatnya. (M-001)

BACA JUGA:  Ribuan Kupu-kupu Hiasi Langit Nuanu, Wujud Nyata Komitmen Nuanu Creative City Jaga Ekosistem Bali

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top