Guna memitigasi risiko tersebut, peta industri kini bergeser dari penyediaan rute ganda (redundancy) menjadi 4 hingga 5 rute alternatif. Situasi perdataan global—termasuk dinamika geopolitik kawasan—justru membuka peluang emas bagi Indonesia.
"Posisi perairan Indonesia menjadi sangat penting sebagai jalur alternatif yang aman. Ini saatnya kita mengambil peluang untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai regional hub konektivitas digital dunia," pungkasnya. [gde]










