Gaet 2.700 Peserta dari 67 Negara, BATIC 2026 Catat Rekor Pertemuan Bisnis Digital

IMG-20260826-WA0003
Konferensi Pers BATIC 2026, di The Westin Resort Nusa Dua Bali, Selasa (25/8/2026). ist

Pergeseran Fungsi Jaringan ke Connecting Intelligence

Chief Executive Officer (CEO) Telin, Abdul Rahman Ansyori, menegaskan bahwa perubahan perilaku konsumen, kemajuan cloud, dan AI telah mengubah cara kerja industri secara mendasar. Jaringan telekomunikasi modern dituntut untuk berevolusi. 

"Jaringan saat ini tidak lagi sekadar mentransfer informasi, melainkan connecting intelligence. Pertumbuhan ini tidak bisa dikerjakan sendiri, melainkan butuh kolaborasi dari operator, regulator, hingga penyedia platform digital," kata Abdul. 

Untuk menopang kebutuhan tersebut, Telin fokus mengamankan tiga koridor utama dunia: rute Indonesia ke Asia, rute Transpasifik (Asia Tengah hingga Amerika), serta rute Asia-Eropa, sembari berekspansi ke Timur Tengah dan Afrika. Dalam mengoperasikan layanan lintas negara di 10 wilayah hukum, Telin berkomitmen menjaga kepatuhan regulasi dan perlindungan data. 

Antisipasi Risiko Geopolitik dan Tantangan Supply Chain

Di sisi teknis, Director of Wholesale & International Service Telkom Indonesia, Budi Satria Dharma Purba, menyoroti realitas tingginya kapasitas bandwidth yang tersedot oleh pembangunan data center pendukung AI di Jakarta dan Batam. 

"Pembangunan kabel laut butuh waktu hingga lima tahun, namun kapasitasnya kini bisa habis hanya dalam setahun akibat demand AI. Tantangan kian kompleks karena kondisi geopolitik di Timur Tengah, seperti kerawanan di Selat Hormuz. Jika kabel terputus di titik krusial, dampaknya sangat besar bagi konektivitas Asia hingga Eropa," jelas Budi. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top