Ia juga mengakui bahwa terkadang ada persepsi keliru di masyarakat maupun aparat desa yang hanya fokus pada fogging. Padahal, efektivitas fogging akan rendah bila tidak diawali dengan PSN yang masif dan akan berakibat fatal bagi kesehatan dan juga lingkungan sekitar jika diluar dari SOP Fogging yang sudah ditentukan.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga telah menyiapkan tim cadangan beserta alat fogging untuk mendukung Puskesmas jika terjadi kendala teknis di lapangan. Jika hasil PE negatif, tidak dilakukan fogging, namun masyarakat tetap diedukasi untuk menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan PSN rutin, minimal seminggu sekali, mengingat siklus hidup nyamuk hanya sekitar 10 hari.“PSN yang dilakukan sendiri-sendiri tidak akan efektif. Harus serentak agar jentik di semua rumah bisa dibasmi bersama-sama. Itulah kunci pengendalian DBD yang efektif,” pungkasnya.
Dinas Kesehatan Buleleng terus mengimbau masyarakat untuk tidak lengah, meski kasus telah menurun. Keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan menghilangkan potensi tempat berkembang biaknya nyamuk adalah kunci utama dalam mencegah DBD. @gus










