Kehadiran para akademisi ternama dan tokoh nasional menandakan pengakuan atas kapasitas Unwar sebagai ruang dialog yang kredibel dan berpengaruh secara nasional.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana kampus tidak lagi hanya menjadi tempat belajar formal, tetapi juga sebagai pusat pengembangan gagasan strategis yang berdampak pada pembangunan demokrasi bangsa.
Ketua Umum AIPI Pusat, Dr. Alfitra Salamm, yang menyoroti pentingnya menjaga semangat reformasi dan mendorong amandemen UUD 1945 yang beretika, bukan sekadar memperpanjang kekuasaan.
Sekretaris Jenderal FOKO, Letjen TNI (Purn.) Bambang Darmono, turut memberikan penekanan pada melemahnya posisi Pancasila dan menyatakan bahwa UUD 1945 perlu dikaji ulang, baik dari sisi substansi maupun legalitas. Sementara itu,
Diskusi semakin kaya dengan paparan narasumber lain. Akademisi Ilmu Politik Universitas Indonesia, Reni Suwarno menyoroti kompleksitas sistem Pemilu dan dampaknya terhadap demokrasi dan biaya politik yang tinggi.
Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, memaparkan capaian Pemilu 2024 di Bali, termasuk meningkatnya partisipasi pemilih, afirmasi gender, pelaksanaan green election, dan nihilnya sengketa di MK. Ia juga menyoroti tantangan seperti netralitas badan adhoc dan manajemen logistik.
Narasumber berikutnya, Dr. Alfitra Salamm, APU memaparkan pembelajaran dari pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 secara nasional, termasuk hal-hal yang patut dipertahankan dan yang perlu dihindari, serta peran DKPP dalam menyelesaikan masalah pada Pemilu lalu.










