Akademisi UNR, lanjutnya juga tergabung dalam organisasi IAPA, wadah akademisi dan praktisi administrasi publik memiliki peran besar dalam membangun budaya pemerintahan yang profesional, inovatif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
"Kolaborasi antara organisasi profesi, perguruan tinggi, dan pemerintah menjadi fondasi penting dalam mencetak pemimpin pemerintahan yang mampu menjawab tantangan zaman," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UNR, Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, MM., M.Hum., menjelaskan, UNR sangat identik dengan keilmuan administrasi publik. Ini terbukti dari sebaran alumni yang mengisi berbagai posisi strategis di pemerintahan.
Untuk semakin memantapkan pelayanan, pihaknya tengah mempersiapkan Prodi Doktor Administrasi Publik, melengkapi S1 Prodi Administrasi Publik, dan Magister Administrasi Publik. "Jadi kami rancang punya bidang keilmuan administrasi publik dari S1 hingga S3. Mohon doanya ya," kata Prof. Tirka.
Terkait kuliah umum, Prof. Tirka menekankan, bahwa transformasi digitasi dan digitalisasi tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, para dosen dituntut untuk lebih maju dari mahasiswanya, terutama dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.
Digitasi adalah proses mengubah data atau media fisik menjadi format digital. Sementara itu, digitalisasi adalah pemanfaatan data digital tersebut untuk mengubah dan meningkatkan proses bisnis, operasional, atau layanan. Artinya digitasi mengubah bentuknya, sedangkan digitalisasi mengubah cara kerjanya. "Sentuhan digitasi dan digitalisasi menjadi fokus kami di UNR," pungkasnya.










