Edukasi Kesehatan Gigi Sejak Dini di SDN Bayung Cerik Kintamani: Upaya Cegah Karies dan Tingkatkan Kualitas Hidup Anak

IMG-20260530-WA0026
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Mahasaraswati (FKG Unmas) Denpasar melaksanakan kegiatan bakti sosial kesehatan gigi dan mulut di SD Negeri Bayung Cerik, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli pada 25-26 Mei 2026.

BANGLI-fajarbali.com |  Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Mahasaraswati (FKG Unmas) Denpasar melaksanakan kegiatan bakti sosial kesehatan gigi dan mulut di SD Negeri Bayung Cerik, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli pada 25-26 Mei 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan perilaku kesehatan gigi dan mulut anak-anak usia sekolah dasar melalui pendekatan promotif dan preventif.

Koordinator Desa Bayung Cerik, drg. I Gusti Agung Ayu Chandra Iswari Dewi, M.Kes., menjelaskan kegiatan bakti sosial ini mengangkat tema “Optimalisasi Kebiasaan Menyikat Gigi yang Benar melalui Edukasi Interaktif pada Anak Sekolah Dasar di Desa Bayung Cerik Kintamani.

Kegiatan dilaksanakan pada siswa kelas 1, kelas 2, dan kelas 6 SD Negeri Bayung Cerik. Sebelum penyuluhan diberikan, seluruh peserta terlebih dahulu mengisi kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku kesehatan gigi dan mulut mereka.

Kuesioner ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebiasaan sehari-hari anak yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut sehingga materi edukasi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Hasil kuesioner menunjukkan masih terdapat berbagai perilaku yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya karies gigi pada anak. Beberapa siswa diketahui masih menggunakan sikat gigi dan pasta gigi dewasa yang kurang sesuai dengan kebutuhan usia mereka.

Selain itu, sebagian besar siswa mengaku sering mengonsumsi makanan dan minuman yang berisiko menyebabkan kerusakan gigi seperti permen, cokelat, makanan ringan manis, makanan pedas, serta minuman kemasan berpemanis yang banyak dijual di lingkungan sekolah.

Temuan lainnya menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang belum memiliki sikat gigi pribadi, tidak menyikat gigi sebelum tidur malam, serta tidak menyikat gigi sebelum berangkat ke sekolah.

Kebiasaan tersebut merupakan faktor risiko utama terjadinya karies gigi dan penyakit rongga mulut lainnya yang dapat memengaruhi kesehatan dan kualitas hidup anak.

Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, tim pengabdian masyarakat memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut secara interaktif dengan menggunakan media edukasi yang menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak.

BACA JUGA:  Pentingnya Vaksinasi Covid-19 Bagi Ibu Hamil Untuk Cegah Morbiditas dan Mortalitas

Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut, penyebab terjadinya gigi berlubang, pemilihan sikat dan pasta gigi yang sesuai usia, pola konsumsi makanan yang sehat untuk gigi, serta waktu dan teknik menyikat gigi yang benar.

Suasana penyuluhan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi mengenai kebiasaan menjaga kesehatan gigi di rumah, serta mengikuti demonstrasi teknik menyikat gigi yang baik dan benar.

Pendekatan edukasi yang menyenangkan membuat siswa lebih mudah memahami pesan kesehatan yang disampaikan. Setelah sesi penyuluhan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik sikat gigi bersama.

Setiap siswa mempraktikkan secara langsung teknik menyikat gigi yang benar dengan pendampingan tim dokter gigi dan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain penyuluhan dan sikat gigi bersama, tim juga melaksanakan screening atau pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut terhadap siswa. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi adanya masalah kesehatan gigi dan mulut serta memberikan gambaran kondisi kesehatan gigi anak-anak di SD Negeri Bayung Cerik.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat SDN Bayung Cerik sekaligus Koordinator Desa Bayung Cerik, drg. I Gusti Agung Ayu Chandra Iswari Dewi, M.Kes, menjelaskan bahwa hasil kuesioner menunjukkan perlunya penguatan program promosi kesehatan dan pencegahan penyakit gigi pada anak usia sekolah.

“Hasil kuesioner menunjukkan masih banyak perilaku kesehatan gigi yang perlu diperbaiki sejak usia dini. Kami menemukan masih ada anak yang belum memiliki sikat gigi sendiri, tidak menyikat gigi sebelum tidur malam maupun sebelum berangkat ke sekolah, serta memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman kariogenik seperti permen, cokelat, dan minuman kemasan. Kondisi ini menunjukkan bahwa promosi kesehatan dan upaya pencegahan masih sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Menurutnya, kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari tumbuh kembang anak. Anak yang mengalami sakit gigi atau kerusakan gigi sering mengalami gangguan makan, gangguan tidur, kesulitan berkonsentrasi, hingga penurunan prestasi belajar di sekolah.

BACA JUGA:  Panic Buying Berkaitan dengan Fungsi Otak

Kesehatan gigi dan mulut tidak hanya berkaitan dengan ada atau tidaknya gigi berlubang. Kesehatan gigi yang baik berhubungan dengan status gizi, kemampuan belajar, perkembangan sosial, rasa percaya diri, dan kualitas hidup anak secara keseluruhan.

"Oleh karena itu, intervensi promotif dan preventif harus menjadi prioritas, terutama pada anak usia sekolah dasar yang sedang berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan,” tambahnya.

Lebih lanjut, beliau berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal terbentuknya budaya menjaga kesehatan gigi dan mulut di lingkungan sekolah maupun keluarga.

“Kami berharap anak-anak dapat menjadi agen perubahan di keluarga masing-masing dengan menerapkan kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari, mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan, serta lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulutnya. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan dapat tercipta generasi Bayung Cerik yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Bayung Cerik, I Nyoman Sandika Yasa, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada tim pengabdian masyarakat yang telah melaksanakan kegiatan bakti sosial kesehatan gigi dan mulut di sekolahnya.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa kami karena memberikan pengetahuan yang selama ini belum banyak mereka peroleh secara langsung dari tenaga kesehatan gigi. Melalui penyuluhan, pemeriksaan gigi, dan praktik sikat gigi bersama, anak-anak menjadi lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini,” ungkapnya.

Menurutnya, hasil kuesioner dan pemeriksaan yang dilakukan menunjukkan bahwa masih terdapat berbagai kebiasaan yang perlu diperbaiki, seperti tidak menyikat gigi sebelum tidur, tidak menyikat gigi sebelum berangkat ke sekolah, serta tingginya konsumsi makanan dan minuman yang berpotensi menyebabkan gigi berlubang.

“Kami melihat anak-anak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka aktif bertanya, menjawab pertanyaan, dan bersemangat saat praktik menyikat gigi bersama. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang disampaikan dengan metode yang tepat sangat mudah diterima oleh siswa sekolah dasar. Kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan mereka, tetapi juga memberikan pengalaman langsung yang akan lebih mudah diingat dan dipraktikkan,” tambahnya.

BACA JUGA:  Tangani OTG, Satgas Covid-19 Buleleng Tidak Lagi Lakukan Isoman Hari Ini 88 Orang Terkonfirmasi Bari, Meninggal 10 Orang

Sebagai kepala sekolah, ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga mampu membentuk budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.

“Kami berharap kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Mahasaraswati Denpasar dapat terus berlanjut pada masa mendatang," harapnya.

Kehadiran dokter gigi di sekolah sangat membantu kami dalam memberikan edukasi kepada siswa maupun orang tua. Semoga kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin sehingga anak-anak di Desa Bayung Cerik tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan siswa dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Keterlibatan guru, orang tua, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung terbentuknya perilaku hidup sehat yang berkelanjutan.

Kegiatan bakti sosial kesehatan gigi dan mulut di SD Negeri Bayung Cerik ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Dengan pembiasaan perilaku hidup sehat sejak usia dini, diharapkan dapat terwujud generasi yang lebih sehat, cerdas, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa depan. (rel)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top