“Sekali lagi kami siap memberikan pembebasan biaya kuliah, tapi untuk biaya lain seperti hidup dan kos, tentu menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Bali,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kemampuan akademik calon mahasiswa agar proses perkuliahan tidak terhambat. Penerima beasiswa diharapkan benar-benar memiliki komitmen untuk menyelesaikan studi tepat waktu.
“Penerima beasiswa harus tetap punya kompetensi. Tidak hanya sekadar diterima, tapi tidak bisa menyelesaikan studi. Masa studi yang panjang akan menimbulkan persoalan baru,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sri Subawa menjelaskan bahwa UNDIKNAS selama ini juga telah melaksanakan berbagai program beasiswa sebagai bagian dari tanggung jawab sosial kampus. Beberapa di antaranya adalah Beasiswa Anak Asuh, Beasiswa Anak Dosen dan Karyawan, serta kerja sama dengan Desa Adat Sidakarya dan Desa Adat Panjer.
“Sesungguhnya kami sudah menjalankan ini melalui berbagai program CSR yang menyasar masyarakat tidak mampu dan terpinggirkan,” jelasnya.
Dengan program PJJ dan dukungan beasiswa, UNDIKNAS berharap bisa turut serta mempercepat pemerataan akses pendidikan tinggi di Bali, serta membantu mewujudkan generasi muda yang berpendidikan dan berdaya saing. Baiq










