DENPASAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Buntut ditangkapnya delapan orang sindikat perdagangan gadis asal Garut, Jawa Barat, Satreskrim Polres Garut bekerjasama dengan jajaran Satreskrim Polresta Denpasar mengerebek Bungalow 505 di Br. Blanjong Desa Pakraman Intaran Sanur, Rabu (14/3/2018).
Hasil pengerebekan tersebut, aparat kepolisian mengiring owner Bungalow 505, yakni Imam berikut 3 wanita yang diduga pekerja sek komersial (PSK).
Pengerebekan bungalow 505 Sanur dibenarkan Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan saat dikonfirmasi, Senin (19/3/2018). Menurutnya, jajaran Polresta Denpasar hanya sebatas memback-up pengerebekan guna membantu pengusutan kasus sindikat perdagangan orang oleh jajaran Polres Garut. Dia mengatakan ada 10 anggota Reskrim Polres Garut yang datang, 8 polisi dan 2 polwan.
“Kami hanya sebatas memback-up pengamanan saja,” ujarnya didampingi Kanit V/Judi Susila Unitreskrim Polresta Denpasar Iptu Pica.
Diakuinya, dalam pengerebekan yang berlangsung sekitar pukul 20.00 Wita, tim gabungan mengamankan owner bungalow 505, bernama Imam. Pria itu diamankan karena diduga terlibat sindikat perdagangan gadis asal Garut untuk dijadikan PSK di Bali. “Owner 505 Imam diamankan dan sudah dibawa ke Polres Garut,” terangnya.
Kompol Arta mengatakan, modus operandi perdagangan gadis asal Garut itu menggunakan iming-iming bekerja sebagai karyawan restoran dan hotel di Bali. Para korban diberikan biaya akomodasi berupa tiket pesawat hingga penginapan di hotel. Namun setelah bekerja di Bali, mereka ternyata dipaksa dijadikan PSK.










