Selain menghasilkan model empiris, penelitian ini akan melahirkan artikel ilmiah bereputasi internasional (Scopus Q3), buku ber-ISBN, HKI, modul pembelajaran, policy brief, hingga publikasi pada media massa lokal untuk mendorong edukasi publik terkait inklusi keuangan berbasis budaya.
Dr. Amrita berharap hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan instansi pemberdayaan perempuan dalam merancang program literasi digital yang lebih relevan secara budaya dan berdampak nyata bagi kesejahteraan perempuan Bali.
“Nilai-nilai budaya tidak boleh ditinggalkan dalam gerak maju digitalisasi. Ketika kearifan lokal masuk ke dalam desain layanan keuangan, perempuan akan merasa lebih dekat, percaya, dan terdorong untuk terlibat aktif dalam ekosistem digital,” tegasnya.
Rektor UNR Prof. Tirka Widanti turut memberikan apresiasi dan menegaskan bahwa prestasi ini memperkuat komitmen kampus dalam mencetak penelitian inovatif yang selaras dengan agenda pembangunan nasional dan kebutuhan masyarakat Bali.
"Dengan terpilihnya penelitian ini sebagai hibah nasional bergengsi, Universitas Ngurah Rai semakin mantap menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan berbasis budaya, inovasi, dan kolaborasi berkelanjutan," ungkapnya.










