Dibuleleng Bakal Dibangun Panjat Tebing Bertaraf Internasional

pjtb
Rapat pembahasan persiapan Pembangunan panjat tebing

BULELENG-fajarbali.com | Pembangunan wall panjat tebing bertaraf internasional di Bali mulai memasuki tahap persiapan. Setelah Gubernur Bali Wayan Koster memastikan proyek tersebut akan direalisasikan sebagai bagian dari penguatan sport tourism, Kabupaten Buleleng kini menjadi lokasi yang diprioritaskan untuk pembangunan fasilitas olahraga berskala dunia tersebut.

Langkah awal dilakukan melalui survei lapangan di kawasan Taman Asri Banyuasri, Buleleng. Peninjauan dipimpin Ketua Umum Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bali Putu Yudi Atmika bersama Ketua Umum KONI Buleleng yang juga Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, didampingi Kadis Pertanian Buleleng, perwakilan Dinas PUPR Perkim Buleleng, serta Ketua Umum FPTI Buleleng Dr. H. Wahjoedi, Minggu (3/8/2026) pagi. Hasil peninjauan akan menjadi dasar penentuan lokasi pembangunan yang ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027.

Di sela-sela survei, Putu Yudi Atmika menyampaikan pembangunan wall panjat tebing tersebut merupakan bentuk apresiasi atas prestasi atlet asal Buleleng, Desak Made Rita Kusuma Dewi, yang telah mengharumkan nama Indonesia, Bali, dan Kabupaten Buleleng di berbagai ajang internasional. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi motivasi sekaligus mendorong lahirnya fasilitas latihan berstandar internasional di Bali.

“Kita berterima kasih kepada atlet kita Desak Made Rita Kusuma Dewi yang sudah mengharumkan nama Indonesia, Bali, dan Kabupaten Buleleng. Atas prestasi itu, kami mendapat motivasi dari Bapak Gubernur untuk melanjutkan semangat pembinaan atlet melalui pembangunan wall panjat tebing bertaraf internasional. Awalnya direncanakan di Badung atau Denpasar, namun Bapak Gubernur ingin sport tourism berkembang di Buleleng sehingga kami diminta meninjau sejumlah lokasi di daerah ini,”ujarnya.

Ia menjelaskan, Buleleng dinilai memiliki karakter alam yang mendukung konsep pembangunan venue panjat tebing kelas dunia. Keberadaan perbukitan, kontur tanah berundak, serta kedekatan dengan kawasan wisata menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki banyak daerah lain di Bali.

BACA JUGA:  Bidik Emas di Porprov, KONI Buleleng Gelar Pelatihan Pelatih Fisik Level dua Nasional

“Kami melihat potensi Buleleng sangat sesuai karena memiliki latar belakang pegunungan, kontur tanah berundak, dekat pantai, kawasan pariwisata, dan fasilitas akomodasi. Harapannya, venue ini tidak hanya dipakai untuk kejuaraan, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan sport tourism sehingga mampu menarik wisatawan dan mendukung pemerataan pembangunan Bali Utara,”katanya.

Putu Yudi mengungkapkan, kebutuhan anggaran pembangunan diperkirakan mencapai Rp10 miliar yang mencakup pembangunan wall untuk nomor speed, boulder, dan lead beserta seluruh perlengkapannya sesuai standar internasional. Ia juga menargetkan proses pembangunan dapat dipercepat agar venue tersebut sudah bisa dimanfaatkan menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali serta menjadi persiapan menyambut berbagai kejuaraan internasional.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng yang juga Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna, menegaskan Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen mengawal pembangunan fasilitas tersebut agar benar-benar terealisasi di Buleleng. Menurutnya, keberadaan wall panjat tebing internasional merupakan penghargaan atas prestasi Desak Made Rita Kusuma Dewi sekaligus peluang besar bagi daerah untuk mengembangkan olahraga dan pariwisata secara bersamaan.

“Pertama kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur. Pembangunan wall panjat tebing ini merupakan bentuk apresiasi atas prestasi Desak Made Rita Kusuma Dewi yang telah membawa nama Bali ke tingkat internasional. Tujuannya bukan hanya meningkatkan prestasi atlet panjat tebing di Bali, khususnya Buleleng, tetapi juga membuka peluang agar kejuaraan dunia panjat tebing dapat diselenggarakan di Buleleng sebagai bagian dari pengembangan sport tourism,”ucapnya.

Gede Supriatna mengatakan Taman Asri Banyuasri dipilih sebagai alternatif utama karena memiliki lahan yang memadai, berada di kawasan strategis, mudah dijangkau masyarakat maupun atlet, serta didukung akses menuju kawasan wisata seperti Lovina. Selain itu, pemerintah daerah juga telah menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp2 hingga Rp2,5 miliar untuk membangun berbagai fasilitas pendukung seperti tribun, ruang ganti, gudang, toilet, hingga area penonton.

BACA JUGA:  30 Persen Dana Desa Sambangan untuk Program Kesehatan

Menurutnya, pembangunan venue tersebut akan dilakukan secara bertahap agar selaras dengan penataan ruang terbuka hijau yang sedang berlangsung di kawasan Banyuasri. Dengan dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten, fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pembinaan atlet panjat tebing Bali sekaligus mampu menarik penyelenggaraan kejuaraan nasional maupun internasional yang memberikan dampak bagi sektor pariwisata dan perekonomian Buleleng. @gus

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top