President Director & CEO Bali International Hospital, dr. Noel Yeo, mengatakan bahwa pencapaian ini memiliki makna yang jauh melampaui dari sekadar demonstrasi teknologi.
Menurut Noel, keberhasilan prosedur robotik yang dilakukan selama dua hari terakhir menjadi tonggak penting bagi Bali International Hospital, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, serta ekosistem layanan kesehatan Indonesia.
Lebih dari sekadar tindakan operasi, lanjut dia, pencapaian ini menunjukkan pentingnya kolaborasi internasional, pendidikan klinis, dan alih teknologi dalam meningkatkan kapabilitas layanan kesehatan di Indonesia.
"Di momen perayaan satu tahun Bali International Hospital, kami terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional yang lebih dekat bagi masyarakat Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi unggulan layanan kesehatan dan wisata medis di kawasan Asia-Pasifik," ujarnya.
Prosedur bedah robotik memberikan visualisasi tiga dimensi yang lebih baik, fleksibilitas pergerakan instrumen yang lebih tinggi, serta tingkat presisi yang lebih optimal bagi dokter bedah dalam menangani prosedur minimal invasif yang kompleks.
Bergantung pada kondisi klinis pasien, prosedur ini juga berpotensi memberikan berbagai manfaat, seperti sayatan yang lebih kecil, perdarahan yang lebih minimal, nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, lama rawat inap yang lebih singkat, serta proses pemulihan yang lebih cepat.
Pelaksanaan operasi berbantuan robot ini merupakan hasil kolaborasi antara Bali International Hospital, idsMED Indonesia, dan Edge Medical. Dalam simposium tersebut, diperkenalkan Edge® MP1000 Multi-port Endoscopic Robotic Surgical System dari Edge Medical yang digunakan untuk mendukung demonstrasi operasi secara langsung.










