DENPASAR-fajarbali.com | Beberapa hari belakangan ini antrean warga untuk membeli BBM di Kota Denpasar memicu terjadinya kemacetan di beberapa titik terutama di kawasan SPBU yang masih memiliki stok Pertamax dan Pertalite.
Mencermati dan menyikapi kondisi seperti itu, anggota DPRD Kota Denpasar meminta agar Dinas Perhubungan Kota Denpasar untuk ikut mengatur kelancaran lalulintas.
Selain itu, pemerintah juga diminta serius menangani kelangkaan BBM ini karena mengganggu aktivitas masyarakat.
Seperti diungkapkan oleh Anggota DPRD Kota Denpasar, AA Putu Gede Anugraha Merta. "Kami harap atensi Dinas Perhubungan di Pertamina atau SPBU terkait antrean masyarakat yang membeli BBM yang menyebabkan kemacetan," ungkapnya usai mengikuti Sidang Paripurna di DPRD Denpasar, Selasa (13/10/2026).
Anugraha Amerta menambahkan, lalulintas kemungkinan akan terhambat hingga besok atau pun lusa sambil menunggu pasokan BBM kembali lancar.
Ketua Fraksi PSI-NasDem DPRD Kota Denpasar, Agus Wirajaya, bahkan meminta agar kelangkaan BBM menjadi perhatian serius pemerintah.
Meski Pemkot Denpasar tidak memiliki kewenangan langsung untuk memerintahkan Pertamina, pemerintah daerah dinilai perlu mendorong agar distribusi BBM segera kembali lancar.
Agus Wirajaya,enyampaikan, dalam kondisi normal, kebutuhan dan besaran pasokan BBM semestinya telah diperhitungkan sehingga kelangkaan tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat.
Kecuali terjadi kondisi force majeure atau keadaan kahar, persoalan pasokan perlu segera dijelaskan dan ditangani.










