Akibatnya membuat banyak koperasi di Bali menjadi koperasi yang tidak sehat akibat hal tersebut.
“Bagi koperasi tidak sehat, kita lihat tidak sehatnya karena apa, apakah di masa pandemi saja, saya kira di masa pandemi saja kesulitan dia terkait dengan likuiditas,” jelas politisi asal Buleleng ini.
Bahkan, ia mengaku nyaris semua koperasi di Bali menurutnya mengalami kesulitan keuangan atau likuiditas. Mayoritas, menurutnya adalah jenis koperasi simpan pinjam (KSP). “Hampir semua, apalagi yang disimpan pinjam,” pungkasnya. (her)










