MANGUPURA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Proyek pembangunan ring river (sungai lingkar) di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung hingga awal Januari 2019 belum tuntas.
Pemkab Badung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabarnya memberikan perpanjangan waktu kepada rekanan sampai tanggal 15 Januari untuk menyelesaikan proyek tersebut.
Namun sayang, proyek belum rampung, air sungai sudah meluap saat diguyur hujan. Ruas jalan dan taman di alur sungai buatan itu terendam banjir. Kondisi inipun mendapat sorotan dari Ketua DPRD Badung Putu Parwata.
Pasalnya, beberapa kali hujan, jalan menuju gedung Dewan kebanjiran. Ia pun meminta instansi terkait dalam hal ini Dinas PUPR Badung mengkaji ulang pelaksanaan proyek sungai yang dirancang melingkari Puspem Badung tersebut.
“Kami memberikan apresiasi pembangunan sungai buatan itu, tapi kajian dan pelaksanaanya harus baik. Kami tidak ingin pembangunan sungai itu memunculkan masalah baru, semisal banjir,” ujarnya, Senin (7/1/2019).
Karena sudah beberapa kali terjadi banjir, politisi asal Dalung ini meminta Dinas PUPR melakukan pembenahan. Sebab, kata dia, air sungai yang mengalir ke Subak Kwanji tersebut terkadang tidak stabil apalagi saat musim hujan. “Dulu itu kan saluran irigasi Subak Kwanji yang debit airnya bisa naik bisa turun. Kita harapkan proyek alur sungai ini (ring river) tidak menjadi bencana karena kajian yang salah. Harus segera ada pembenahan,” kata Parwata.










