Dari Mimpi Masa Kecil ke Podium Dunia: Veda Ega Pratama, Harapan Baru Motorsport Indonesia

2026-11-03-at-10.06.22
Veda Ega Pratama. (ITDC)

Ketika Cedera dan Pandemi Menguji Mimpi
Perjalanan menuju panggung dunia tentu tidak selalu berjalan mulus. Salah satu fase paling berat dalam perjalanan Veda terjadi pada 2020.

Setelah sebelumnya terpilih melalui proses seleksi untuk melanjutkan ke jenjang kompetisi berikutnya, pandemi Covid-19 membuat rencana balapnya terhenti. Pada saat yang sama, ia mengalami patah tulang paha.

Belum sepenuhnya pulih, sekitar empat bulan kemudian Veda kembali mengalami cedera, kali ini patah tulang kering.

"Di situ aku sudah seperti berpikir tidak bisa balap," kenangnya.

Kompetisi yang terhenti, cedera yang datang beruntun, serta ketidakpastian mengenai kapan balapan dapat kembali digelar membuat masa depannya sebagai pembalap sempat terasa jauh dari kenyataan.

Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Veda perlahan bangkit, kembali menjalani latihan, dan melanjutkan perjalanan kompetitifnya.

Pengalaman itu menjadi bagian dari proses pembentukan mental seorang pembalap. Sebab, di balik kecepatan dan keberanian saat berada di lintasan, dibutuhkan ketahanan untuk menghadapi kegagalan, cedera, serta tekanan yang datang sepanjang perjalanan karier.

Hingga kini, Veda mengakui bahwa keraguan mengenai kemampuannya mencapai target tertinggi masih sesekali muncul.

"Pastinya ada dan sampai sekarang pun masih bertanya-tanya kepada diri sendiri, apakah bisa. Itu mimpi saya. Jadi saya akan berusaha semaksimal mungkin dan kalau memang bisa, ya alhamdulillah," ujar Veda.

Pengorbanan di Balik Mimpi Besar
Menjadi pembalap profesional sejak usia muda juga berarti harus merelakan sebagian waktu yang biasanya dinikmati anak-anak seusianya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top