Cegah IMS, HIV/AIDS dan Bangun Kesadaran Lingkungan Sejak Dini, Tim PkM Unwar Sasar SMAN 1 Payangan

u10-IMG-20251231-WA0008
Tim PkM Unwar di lokasi pengabdian, SMAN 1 Payangan, Kabupaten Gianyar.

GIANYAR-fajarbali.com | Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Warmadewa (Unwar) menyasar SMAN 1 Payangan, Gianyar sebagai mitra PkM tentang pencegahan Inveksi Menular Seks (IMS), HIV/AIDS dan peningkatan kesadaran terhadap lingkungan.

Tim PkM ini, diketuai oleh dr. Putu Shinta Widari Tirka, Sp.DVE dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unwar, dibantu anggota dr. Putu Indah Kusmadewi Riandra, Sp.A, serta Prof. Dr. Ir. Luh Suriati, MSi., dari Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Unwar.

PkM yang dilaksanakan 10 Oktober 2025 lalu tersebut mengusung tema "Sosialisasi Pencegahan IMS dan HIV/AIDS serta Pelatihan Pemilahan Sampah Pada Siswa SMA N 1 Payangan".

Dikonfirmasi beberapa waktu lalu di Denpasar, dr. Shinta menjelaskan, mutu pendidikan mitra PkM pada umumnya masih rendah. Rendahnya mutu pendidikan ini berkaitan erat dengan mata pencaharian penduduk yang sebagian besar petani (80 %), bahkan hampir 40 % lulusan SMP tidak melanjutkan kejenjang lebih tinggi.

Dokter spesialis kulit dan kelamin ini menambahkan, peningkatan kasus IMS dan HIV pada remaja di Bali terus meningkat. Berdasarkan informasi dari wawancara dengan siswa didapatkan rendahnya pengetahuan siswa tentang IMS dan HIV dan kesadaran siswa terhadap pemilahan sampah saat membuang sampah dirasakan sangat kurang.

Sehingga tempat sampah terpilah yang ada di sekolah tidak digunakan secara optimal dan menimbulkan kerusakan.
Sehingga solusi yang di rencanakan yaitu pemberian penyuluhan pencegahan IMS dan HIV/AIDS dan pelatihan pemilahan sampah yang benar.

Lebih lanjut ia memaparkan, Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan infeksi yang ditularkan melalui kontak seksual, baik melalui genital, anal maupun oral.

"IMS dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan serius, termasuk infertilitas, kehamilan ektopik, dan peningkatan risiko tertular human immunodeficiency virus (HIV)," kata dr. Shinta.

BACA JUGA:  SMK Teknas Jaring Bibit Atlet Mobile Legend, Dance dan Story Telling

Mengutip data Dinas Kesehatan Gianyar, kasus HIV dilaporkan meningkat di kabupaten Gianyar dengan total masyarakat di Gianyar yang terjangkit HIV sebanyak 741 orang sejak tahun 2020 hingga pertengahan tahun 2024.

Beberapa faktor risiko yang berkontribusi terhadap penyebaran IMS termasuk perilaku seksual berisiko, kurangnya pendidikan tentang kesehatan seksual, dan stigma sosial yang sering kali menghalangi individu untuk mencari pengobatan.

"Setelah kami kaji, bahwa mitra (murid SMAN 1 Payangan) pengetahuannya masih rendah tentang penyakit menular seksual dan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan. Sehingga kami fokuskan memberi edukasi melalui beberapa metode," ungkap dr. Shinta.

Metode yang digunakan yaitu penyuluhan dan pelatihan secara luring disertai dengan evaluasi sebelum dan setelah kegiatan. Pembagian flyer yang berisikan edukasi dapat membantu mengedukasi masyarakat mengenai infeksi menular seksual sejak dini dan mengurangi risiko penularan lebih lanjut.

dr. Shinta berpendapat, IMS merupakan masalah kesehatan yang kompleks. Melalui pendidikan, pencegahan, dan akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan, diharapkan angka kejadian IMS dapat ditekan, serta dampak IMS terhadap individu dan masyarakat dapat diminimalkan.

Penanganan yang komprehensif sangat diperlukan untuk mengatasi tantangan ini dan meningkatkan kesehatan seksual masyarakat secara keseluruhan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan edukasi mengenai infeksi menular seksual sehingga dapat mencegah peningkatan kejadian penyakit infeksi menular seksual dan diharapkan siswa mampu memilah sampah dengan benar.

Anggota tim lainnya, dr. Putu Indah Kusmadewi Riandra, Sp.A ., memberikan pengetahuan kepada siswa SMA 1 Payangan terkait tanda dan gejala penyakit IMS dan HIV/AIDS, sedangkan Prof. Dr. Ir. Luh Suriati, MSi Pertanian Pemberian Langkah-langkah pemilahan sampah, demonstrasi langsung, dan simulasi langsung oleh siswa.

Sementara itu, mahasiswa Rosari Laras Asih dan I Made Prana Mertha Jaya Widangga turut membantu persiapan PkM.

BACA JUGA:  Akademisi UNR Riset Penggunaan E-money Generasi Z Denpasar

Setelah dilakukan sosialisasi, edukasi, tes, dan tanya jawab, hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan 30 murid SMAN 1 Payangan yang menjadi sasaran PkM meningkat tentang materi PkM. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan bagi rekan-rekan di SMA yang terletak di Desa Puhu tersebut.

Apalagi tiap tahun SMA ini meluluskan rata-rata 500 orang. Pada PkM ini juga diserahkan bantuan berupa tempat sampah.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top