Peserta dilatih untuk mengidentifikasi potensi desa, memetakan peluang, merumuskan strategi kerjasama, hingga melakukan negosiasi dan menyusun perjanjian tertulis.
Kesimpulan dari materi ini adalah kerja sama yang sehat memerlukan dokumen lengkap, kesepakatan yang jelas, serta pengawasan bersama. Pendampingan ini membantu BUMDes memiliki posisi tawar yang lebih kuat.
Tata Kelola Keuangan: Transparansi dan Akuntabilitas
Bagian akhir dari rangkaian pelatihan difokuskan pada penyusunan laporan keuangan sederhana. Peserta diajarkan cara membuat buku kas harian, laporan laba-rugi, neraca, dan laporan arus kas sesuai prinsip akuntansi yang mudah diterapkan.
Materi ini ditekankan sebagai kunci transparansi dan akuntabilitas pengelolaan BUMDes. Catatan keuangan yang rapi akan membuat BUMDes lebih dipercaya oleh masyarakat, mitra, dan pemerintah desa.
Selain itu, pelatihan juga memperkenalkan format laporan unit usaha per sektor, laporan realisasi anggaran, serta laporan kinerja sosial dan ekonomi.
Hal ini memungkinkan BUMDes untuk menunjukkan tidak hanya pencapaian finansial, tetapi juga dampak positif terhadap masyarakat.
Menuju Desa Mandiri dan Berdaya Saing
Program pelatihan ini mendapatkan apresiasi dari para peserta. Mereka mengaku mendapatkan wawasan baru dan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan.
"Selama ini kami bingung bagaimana memasarkan produk desa secara luas. Sekarang kami punya strategi yang jelas, mulai dari membuat konten hingga memanfaatkan marketplace,” ujar salah satu peserta pelatihan.










