Bukan Sulap! Dalam Hitungan Jam, 91 Produk Olahan Pangan di Bali Kantongi Ijin Edar

IMG-20260507-WA0019
Plt. Kepala BPOM di Denpasar Made Ery Bahari Hantana, menyerahkan sertifikat ijin edar produk pangan olahan kepada CV Bali Bio, CV. Dukuh Lestari, PT Aroma Duta Rasa Prima, PT Hari-Hari Rejeki, UD Pengolahan Makan Alami dan PT Langgeng Kreasi Jaya Prima. 

DENPASAR-fajarbali.com | Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar kembali menggelar Coaching dan Desk Dalam Rangka Jemput Bola Registrasi Pangan Olahan "Inovasi GEBYAR UMKM Bali Percepat Terbitnya Ijin Edar" 6-7 Mei 2026 di Kantor BPOM, Denpasar. 

Kegiatan ini diikuti sebanyak 40 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) se-Bali. Peserta dibagi dua sesi. Hari pertama dan kedua masing-masing diikuti 20 pelaku UMKM. Dalam hitungan jam, seluruh peserta sudah bisa membawa pulang sertifikat ijin edar, tentunya ini dibarengi dengan upaya maksimal pelaku usaha dalam pemenuhan dokumen registrasi.

Total ijin edar yang diterbitkan berjumlah 91 sertifikat. Sebab, satu pelaku usaha mendaftarkan lebih dari satu produk. Bahkan satu pengusaha mengajukan permohonan ijin edar untuk 6 produk. 

Plt. Kepala BPOM di Denpasar Made Ery Bahari Hantana, mengatakan hal ini menjadi angin segar bagi perekonomian Bali. Sebab, semakin banyak UMKM yang mengantongi ijin edar, kepercayaan publik akan meningkat.

"Produk-produk UMKM menjadi laku. Tenaga kerja terserap lebih banyak. Tentu ini berpengaruh terhadap perekonomian Bali secara umum," jelas Ery Bahari.

Ery Bahari berharap, pelaku UMKM dapat menjaga kepercayaan publik dengan cara konsisten menerapkan standar produksi setelah memegang ijin edar. Ia mengingatkan tim BBPOM sewaktu-waktu turun kelapangan untuk memastikan konsistensi standar produksi. 

Ia pun menjamin, petugas BBPOM di Denpasar memiliki integritas tinggi dalam melayani masyarakat/pelaku UMKM. Bahkan tim menempelkan stiker saat kunjungan berisi nomor aduan. "Jika ada petugas kami yang meminta sesuatu, silakan lapor," jelasnya didampingi Ketua Tim Sertifikasi dan Layanan Publik BBPOM di Denpasar Ni Putu Ekayani, SL.

Lebih lanjut Ery Bahari menyarankan agar pelaku UMKM terbuka terhadap kendala yang dihadapi. Ia tidak ingin ada asumsi bahwa BPOM seram.

BACA JUGA:  IM3 Freedom Internet Hadirkan Kuota Harian Yang Dapat Disesuaikan Dengan Kebutuhan Pelanggan

"Bagaimana cara membalas layanan yang kami berikan? Caranya, berikan produk terbaik buat masyarakat. Produk yang sehat," tegasnya. Turut hadir Direktorat Registrasi Pangan Olahan Badan POM RI Dwi Jarwati bersama sembilan orang evaluator dari BPOM RI. 

Salah satu peserta, Airlangga dari CV Dukuh Lestari mengaku lebih percaya diri setelah dua produknya mengantongi ijin edar dari BPOM. Usaha yang bergerak dibudang minuman olahan arak ini pun menjamin akan tetap konsisten sesuai arah kebijakan BPOM.

Selain itu, Dukuh Lestari juga memiliki standar operasional prosedur (SOP) perusahaan yang sangat ketat. "Kami juga telah mengantongi CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik) BPOM sebagai pedoman wajib untuk memastikan pangan olahan diproduksi secara aman, bermutu, dan layak konsumsi," jelasnya. 

Terkait program jemput bola ini, Airlangga mengaku sangat terbantu karena prosesnya relatif kilat. Jika mengurus sendiri, bisa menghabiskan waktu 3-6 bulan tergantung banyaknya revisi yang dilakukan. 

Senada, perwakilan PT Hari Hari Rejeki, Mandayanti, mengakui proses pengurusan ijin edar dalam program jemput bola ini sangat cepat. Yang penting seluruh dokumen persyaratan yang diminta dilengkapi. 

"Kalaupun ada kendala kecil-kecil itu terutama di akses pas input saya rasa wajar karena kegiatan ini serentak di empat balai. Ada ribuan UMKM yang diurus se-Indonesia. Tapi keseluruhan lancar sih ya," ungkapnya.

Produsen minuman air dalam kemasan merk Navaro ini pun berharap, program jemput bola dari BB POM di Denpasar semakin sering digelar. Misalnya dua kali setahun. Ia mengakui pendampingan dari petugas sangat membantu daripada meregistrasi sendiri terkadang menemui banyak kendala. (gde)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top