Berhasil Direkonstruksi Setelah Punah 40 Tahun, Gambuh di Desa Pesedahan Wajib “Masolah” saat Buda Wage Kelawu

Gambuh

SAKRAL-Seorang pragina mengenakan gelungan sakral Ida Ratu Betara Bagus Panji.

 

AMLAPURA – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Desa Pesedahan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, menyimpan berbagai tradisi seni kuno yang menarik untuk dikupas. Salah satunya, kesenian gambuh.

Gambuh di desa tetangga Tenganan Pagringsingan ini bukan sembarang gambuh. Gambuh ini disakralkan terutama Gelungan (mahkota) Ratu Betara Bagus Panji.

Gelungan Ratu Betara Bagus Panji disungsung oleh pasemetonan Pasek Gelgel lan Arya Tangkas Kori Agung Desa Pesedahan. Saat piodalan, Buda Wage Klawu, wajib hukumnya mementaskan tari gambuh.

I Nyoman Sumadi, tokoh masyarakat Pesedahan, mengaku tidak mengetahui secara pasti usia dan sejarah gelungan yang di-"sungsung" warganya tersebut. Pun demikian para tetua. Mereka kompak mengaku sudah mewarisi turun temurun.

Sumadi yang juga anggota DPRD Kabupaten Karangasem ini, menambahkan, seni gambuh di desanya sempat punah akibat tidak ada kaderisasi. Pragina dan penabuh telah sepuh dan meninggal.

Tari gambuh Pesedahan ini terakhir pentas sekitar 1983 atau 40 tahun silam. "Karena tidak ada personel, saat piodalan hanya Gelung Ratu Betara Bagus Panji saja yang diusung atau mepurwadaksina sebagai simbol nyolahang atau menarikan Gelungan beliau," jelas Sumadi di sela piodalan pura itu, Rabu (3/5/2023) bertepatan rahina Buda Wage Klawu.

Pementasan tari gambuh berjudul "Sarpa Yadnya"

Era 1970-an, saat pariwisata Bali mulai muncul, kata Sumadi, Gambuh Pesedahan rutin tampil di hotel dan tempat lain untuk menghibur wisatawan. Termasuk pentas ke Puri Karangasem. Penari juga memakai gelungan asli yang disakralkan tersebut.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top