"Sehingga perlu dibantu dengan pemberdayaan ibu rumah tangga dalam pemantauan jentik untuk memutus rantai penularan penyakit demam berdarah," imbuhnya.

Anysiah melanjutkan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dimulai dengan memberikan pre-test terkait pemahaman dasar mengenai nyamuk. Selanjutnya dilakukan dengan pemaparan dengan slide presentasi mengenai nyamuk.
Setelah itu ibu rumah tangga di uji pemahaman dengan memberikan post-test yang menunjukan meningkatnya skor yang signifikan dari persentase pre-test sebesar 62% menjadi 89% setelah dilakukanya post-test.
"Hasil yang didapatkan menunjukkan ibu rumah tangga yang berjumlah 81 orang sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai materi penyuluhan yang telah diberikan yang dapat membantu dalam memantau jentik di rumah masing masing," ungkap Anysiah.
Dari 405 kontainer yang diperiksa dalam 81 rumah secara bertahap pada hari ketiga, hari kelima dan hari ketujuh, kontainer yang positif jentik pada hari ketiga sebanyak 84%, kemudian pada hari kelima semakin menurun menjadi 72% dan pada hari ketujuh dilakukan pemantauan kembali dan hasilnya didapatkan semakin menurun menjadi 44%.
Oleh karena itu masyarakat harus memperhatikan keadaan dan kebersihan lingkungan, ikut serta melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) di lingkungan masing-masing untuk meminimalkan tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.
Kepada petugas kesehatan yang berada diwilayah Kelurahan Sesetan lebih mengoptimalkan khususnya program pengendalian dan pencegahan penyakit akibat nyamuk dengan cara pendekatan ke masyarakat melalui pemantauan dan penyuluhan kesehatan terkait kasus penyakit yang diakibatkan oleh nyamuk agar masyarakat lebih paham dan bersama-sama melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk. (Gde)










