Realitas ini menjadi refleksi bagi Indonesia, termasuk Bali yang sudah 6 kali mengalami tsunami namun infrastruktur peringatan dini belum mampu menjangkau seluruh masyarakat termasuk wisatawan.
Gede Teja sebagai inisiator Bali Tsunami Early Warning System (BTEWS) yaitu sistem peringatan dini yang digunakan Bali saat ini, memang ditujukan untuk menjawab permasalahan kurangnya cakupan layanan tersebut.
BTEWS berhasil dibuat dengan biaya murah namun tetap handal dalam kondisi darurat. Dengan kolaborasi yang kuat bersama kabupaten/kota dan dunia usaha, diharapkan dalam waktu tidak terlalu lama jaringan BTEWS sudah masuk di desa-desa yang berada pada zona tsunami.
Dedikasinya selama 15 tahun dalam dunia kebencanaan telah mendapat apresiasi luas.
Gubernur Bali juga pernah memberikan apresiasi sebagai Juara 1 ASN Berprestasi di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan tahun 2024 menerima penghargaan Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Presiden RI atas dedikasi dan inovasinya di bidang kebencanaan.
“Merujuk pada ilmu pengetahuan dan data histori, bencana itu pasti terjadi dan berulang”, ujarnya. Manusia sebagai mahluk yang memiliki akal bhudi sudah sewajarnya menggunakan akalnya untuk selamat.
“Semoga akal sehat selalu menjadi pegangan dalam setiap langkah mitigasi, karena risiko hanya bisa dikurangi jika kita benar-benar bertindak,” ujar Gede Teja.
Lakukan Eco-DRR sederhana secara bersama-sama dampaknya bisa luar biasa. Ia mencotohkan, tanamlah 1 pohon saja pada setiap momen spesial masing-masing.










