Belajar ke Negeri Sakura, Penguatan Mitigasi Berbasis Ekosistem untuk Ketahanan Bencana

IMG-20250206-WA0006
Dr. I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, S.STP., M.Si., antusias menimba ilmu mitigasi ketahanan bencana di tengah suhu dingin ekstrem Jepang.

DENPASAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Totalitas Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, Dr. I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, S.STP., M.Si., dalam ilmu mitigasi kebencanaan dibuktikan dengan keseriusannya belajar dan menimba pengalaman hingga ke luar negeri.

Gede Teja kembali menunjukkan komitmennya dalam pengurangan risiko bencana dengan mengikuti Eco-DRR (Ecosystem-based Disaster Risk Reduction) Training di Prefektur Okinawa dan Sendai di Jepang.

Dikonfirmasi dari Denpasar, Rabu (5/2/2025), Gede Teja menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk memperdalam strategi mitigasi berbasis ekosistem, yaitu pelestarian dan pemanfaatan alam untuk ketangguhan menghadapi ancaman bencana.

"Eco-DRR ini contohnya konservasi lahan gambut, hutan mangrove, terumbu karang, reboisasi, perdagangan karbon dan lainnya," jelas Gede Teja.

Meski diselimuti suhu dingin ekstrem, ia mengaku tetap antusias menyimak pembelajaran dari para pakar internasional termasuk melihat langsung laboratorium pusat riset Jepang untuk masalah tsunami.

Baginya, salah satu hasil risetnya yang menarik adalah hutan manggrove signifikan perannya untuk mengurangi bahaya gelombang tsunami.

"Kekerasan tidak boleh dilawan dengan kekerasan, itulah pembelajarannya," pesannya.

Dimana derasnya arus tsunami mampu diredam melalui celah-celah kerapatan pepohanan dan gelombang tsunami tidak terhempas lebih tinggi.

Berbeda dengan gelombang air yang dihadang langsung dengan tembok yang justru menyebabkan ketinggian tsunami semakin melonjak.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top