Bayi Kembar Empat Lahir Selamat di RSUP Sanglah

  Pihaknya memang merencanakan operasi kelahiran bayi tersebut saat kandungan berumur 34 minggu. Kemudian, pada Jumat (21/1), ibu dari empat bayi kembar itu sudah mengalami pecah ketuban, sehingga harus segera dilakukan operasi caesar. "Pada saat datang ke RSUP Sanglah, ibunya dalam kondisi mules-mules, sakit perut dan mengalami pecah ketuban. Jadi kalau sudah pecah ketuban dan sakit perut, itu persalinan tidak bisa ditunda lagi terlalu lama karena sudah berlangsung. Apalagi bayinya kembar empat, jadi kita putuskan untuk segera operasi caesar. Karena kalau sudah pecah ketuban itu ada risiko infeksi naik," ungkapnya.

  Artana mengaku sudah memprediksi bahwa bayi tersebut akan lahir prematur. Karena itu, bayi tersebut sudah mendapatkan pematangan paru terlebih dahulu. "Karena kan normalnya paru-paru bayi itu matang setelah di atas 34 minggu. Jadi kita sudah prediksi kemungkinan akan lahir di bawah 34 minggu," imbuhnya.

  Adapun pihak yang terlibat dalam membantu proses kelahiran tersebut, yakni dirinya sendiri bersama asisten dan dokter residen. Selain itu juga ada dokter ahli anastesi dan dokter anak. Artana mengungkapkan, kondisi ibu sangat baik pasca menjalani operasi untuk melahirkan keempat bayi tersebut. Sang ibu juga tidak mengalami komplikasi saat dan pasca-operasi. Sementara untuk kondisi bayi ketiga dan keempat sedikit mengalami sesak nafas. Sementara bayi pertama dan kedua napasnya sudah cukup bagus. "Kini bayi diobservasi di ruang NICU (neonatal intensive care unit) dan sedang ditangani oleh tim dari neonatologis RSUP Sanglah," pungkas Artana. (dha)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top